Karo (Humas) — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat muslim di daerah minoritas kembali ditunjukkan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan bersama PW Muslimat NU Sumatera Utara. Melalui kolaborasi dakwah dan kurban, kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Masjid Ash Shobirin, Desa Salit, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan dipandu oleh moderator Puligong Siregar, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Marelan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kurban di daerah minoritas menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat muslim yang membutuhkan perhatian dan pembinaan keagamaan.
“Kegiatan kurban di daerah minoritas ini merupakan salah satu bentuk kepedulian penyuluh agama Kota Medan bersama PW Muslimat NU Sumut kepada masyarakat muslim yang ada di wilayah minoritas agar mereka tetap merasakan perhatian, kebersamaan, dan semangat syiar Islam,” ujarnya.
Ketua HIDMAT Muslimat NU Sumut sekaligus PAI Kecamatan Medan Belawan, Lela Hamidah, S.Ag, menyampaikan bahwa Desa Salit merupakan desa binaan dakwah yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaan kurban.
“Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kurban di Desa Salit. Alhamdulillah, kami dapat menyalurkan satu ekor lembu dan enam ekor kambing untuk masyarakat muslim di sini. Selain itu, kami juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp4.625.000 dari majelis taklim binaan di Medan Utara, serta bantuan mukena, Al-Qur’an, dan buku Yasin untuk digunakan di Masjid Ash Shobirin,” jelasnya.
Lela Hamidah juga berharap kegiatan dakwah dan kepedulian sosial tersebut dapat terus berlanjut demi memperkuat ukhuwah dan semangat keislaman masyarakat muslim di Desa Salit.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Ash Shobirin, Dirnawiman Purba, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan kurban serta perhatian yang diberikan kepada masyarakat muslim di Desa Salit.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan kurban dari PAI Kemenag Medan dan PW Muslimat NU Sumut. Kami berharap perhatian terhadap masyarakat muslim di Desa Salit tetap berlanjut, baik dalam kegiatan kurban maupun kegiatan hari besar Islam lainnya,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala KUA Kecamatan Tiga Panah, Saleh Adri, S.Pd.I. Ia berharap Desa Salit tetap menjadi desa binaan dakwah PW Muslimat NU Sumut secara berkelanjutan.
Ketua PW Muslimat NU Sumut, Dra. Hj. Rohani, M.AP, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya ibadah kurban sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT dan kepedulian kepada sesama.
“Kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW sebagai tanda bahwa kita lebih mencintai Allah daripada harta yang dimiliki. Semoga kegiatan seperti ini terus membawa manfaat dan memperkuat semangat berbuat kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian daging kurban kepada sekitar 100 masyarakat muslim di Desa Salit, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

