Hadir di Tengah Masyarakat, Penyuluh Agama Dampingi Pelaksanaan Fardhu Kifayah Warga Medan Area

Medan (Humas) — Komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat terus diwujudkan oleh jajaran Kementerian Agama Kota Medan melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan umat. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan fardhu kifayah atas wafatnya seorang warga bernama Sulaiman di Jalan Medan Area Selatan Gang Sehati pada Selasa (2/6/2026).

Pelaksanaan fardhu kifayah tersebut didampingi langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Ambri Sembiring. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi bentuk pelayanan nyata yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan penguatan nilai kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, Ambri membantu proses penyelenggaraan jenazah mulai dari pendampingan pelaksanaan fardhu kifayah hingga doa bersama untuk almarhum. Suasana haru dan kebersamaan tampak menyertai prosesi yang diikuti keluarga serta warga sekitar.

Kegiatan seperti ini dinilai penting sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah dan kepedulian antar sesama. Melalui pendampingan yang dilakukan, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan dalam pelaksanaan syariat, tetapi juga dukungan moral dan spiritual di tengah suasana duka.

Pada kesempatan itu, Ambri Sembiring menyampaikan bahwa setiap musibah dan kematian merupakan pengingat bagi umat untuk saling menguatkan, mempererat kepedulian sosial, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa dan empatinya kepada keluarga almarhum.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum Pak Sulaiman. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ambri Sembiring.

Lebih lanjut, Ambri mengatakan bahwa kehadiran masyarakat dalam membantu pelaksanaan fardhu kifayah merupakan bentuk nyata ukhuwah dan gotong royong yang perlu terus dijaga di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan, terutama ketika ada warga yang sedang mengalami musibah atau kehilangan anggota keluarga.

“Dalam suasana duka seperti ini, kehadiran dan kepedulian sesama menjadi sangat berarti. Mudah-mudahan kebersamaan masyarakat dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” lanjutnya.

Selain itu, Ambri turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah Ta’ala, diampuni segala khilafnya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman,” tuturnya.

Kegiatan pendampingan fardhu kifayah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai memberikan ketenangan serta penguatan spiritual bagi keluarga yang sedang berduka. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat juga menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui pembinaan formal, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang responsif, humanis, dan penuh kepedulian sosial. Diharapkan, sinergi dan kebersamaan antara penyuluh agama dan masyarakat dapat terus terjalin dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan saling peduli antarsesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *