Medan (Humas) Sebagai salah satu lembaga keuangan mikro, koperasi sangat berperan dalam peningkatan kesejahteraan anggota koperasi secara finansial. Namun dalam perjalanan waktu, terkadang anggota koperasi mengalami kesulitan dalam pengembalian pinjaman tepat waktu dan tepat jumlah. Inilah yang disebut dengan Kredit lalai.
Pengurus KSP CU Tunas Mekar Medan mengundang Roni Sitanggang sebagai penyuluh agama Katolik KUA Medan Sunggal dalam kegiatan penanganan Kredit Lalai pada KSP CU Tunas Mekar Medan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026 bertempat di Kantor KSP CU Tunas Mekar Medan yang beralamat di Jalan Setia Budi Gg. Rahmat No. 15 Medan. Kegiatan ini dihadiri para Pengurus KSP CU Tunas Mekar Medan.
Dalam pemaparannya, Roni menjelaskan bahwa dalam penanganan Kredit Lalai pengurus harus selektif terhadap permohonan pinjaman. Hal ini merupakan tindakan preventif penanganan Kredit Lalai. Sementara itu, bagi Kredit Lalai yang telah terjadi, Roni menyampaikan materi penanganan Kredit lalai seperti : penjadwalan ulang (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning) dan penataan kembali (restructuring). Ini semua bertujuan untuk meringankan beban cicilan sesuai dengan kemampuan.
Sementara itu, bagi anggota yang memiliki Kredit Lalai dengan tempo di atas dua tahun, Roni menyarankan agar pengurus koperasi melakukan pendekatan personal perihal Kredit Lalai tersebut. Pengurus KSP CU Tunas Mekar menyambut baik materi penanganan Kredit Lalai tersebut dan menerima usulan penanganan Kredit Lalai tersebut. Sahat Pasaribu sebagai Ketua Pengurus menyampaikan terima kasih atas materi penanganan Kredit Lalai.
Roni Sitanggang juga menekankan bahwa penanganan Kredit Lalai tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan keuangan, tetapi juga memerlukan pendekatan kemanusiaan yang mengedepankan komunikasi, empati, dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, koperasi harus tetap menjalankan prinsip kekeluargaan dengan membangun dialog yang baik kepada anggota yang mengalami kesulitan pembayaran, sehingga dapat ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa mengabaikan keberlangsungan dan kesehatan keuangan koperasi.
Melalui kegiatan ini, para pengurus KSP CU Tunas Mekar Medan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah preventif dan solusi penanganan Kredit Lalai. Diharapkan materi yang disampaikan dapat menjadi pedoman bagi pengurus dalam mengelola pinjaman anggota secara bijaksana, sehingga tingkat Kredit Lalai dapat diminimalkan dan koperasi tetap berkembang sebagai lembaga yang sehat, terpercaya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.(RAS/PAI).

