Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Petisah melaksanakan kegiatan Pemberantasan Buta Aksara Huruf Al-Qur’an pada Senin (08/06/2026) di Darul Huffadz Ar Rafik, Jalan Pembangunan No. 42, Kelurahan Helvetia Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas dan fungsi penyuluhan agama Islam dalam membina masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu membaca huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dasar. Peserta kegiatan terdiri dari masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam mengenal dan membaca huruf-huruf Al-Qur’an.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos, menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bekal penting bagi setiap muslim. Oleh karena itu, program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar tanpa memandang usia.
“Melalui kegiatan ini diharapkan peserta semakin termotivasi untuk belajar membaca Al-Qur’an. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, karena membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang akan memberikan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan bimbingan secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, cara pengucapan makharijul huruf yang benar, hingga latihan membaca ayat-ayat pendek Al-Qur’an. Metode pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan mudah dipahami.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Diharapkan melalui program ini, semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Program pemberantasan buta aksara huruf Al-Qur’an ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Medan Petisah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah.

