Perkuat Pemahaman Tajwid, KUA Medan Amplas Gelar Tahsin Al-Qur’an

Medan (Humas) – Upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas. Sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) didorong untuk senantiasa memberikan pelayanan, bimbingan, serta pendampingan terbaik kepada masyarakat guna memperkuat kehidupan keagamaan yang harmonis dan berkelanjutan.

Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui program Tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa pukul 14.00 WIB. Pada Selasa (09/06/2026) bertepatan dengan 23 Dzulhijjah 1447 H, kegiatan kembali digelar oleh para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, yaitu Syarto Syarif, Harun Arrasyid, Dewi Anggraini, Nurbaiti, dan Sulfia Rahmy.

Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu muslimat dari berbagai majelis taklim di wilayah Kecamatan Medan Amplas tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti setiap sesi pembelajaran yang diberikan oleh para penyuluh.

Sebelum memasuki materi utama, para penyuluh memberikan motivasi keagamaan dengan mengingatkan pentingnya mempelajari Al-Qur’an melalui sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menegaskan bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Semangat untuk terus memperbaiki bacaan dan memahami kandungannya merupakan bagian dari ikhtiar seorang muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai pahala. Karena itu, jangan pernah merasa terlambat untuk belajar. Justru semangat para ibu yang terus hadir mengikuti kegiatan tahsin ini menjadi teladan bagi generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an,” ujar salah seorang penyuluh dalam sesi motivasi.

Pada sesi inti, peserta mendapatkan pembelajaran ilmu tajwid mengenai Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil. Materi meliputi pengertian, ciri-ciri, perbedaan kedua hukum bacaan tersebut, serta praktik membaca yang benar sesuai kaidah tajwid. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan metode teori dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus menerapkannya dalam bacaan Al-Qur’an sehari-hari.

Selain pembelajaran tajwid, para peserta juga mendapatkan kajian kandungan QS. Al-Baqarah ayat 267 yang mengajarkan pentingnya menginfakkan sebagian rezeki yang baik dan halal serta menjauhi sikap memberikan sesuatu yang buruk atau tidak layak kepada orang lain.

Dalam penjelasannya, para penyuluh menekankan bahwa ayat tersebut mengandung pesan moral yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang muslim dituntut untuk memiliki kejujuran, kepedulian sosial, dan keikhlasan dalam berbagi sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

“Islam mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Nilai berbagi bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang keikhlasan hati, kepedulian terhadap sesama, dan rasa syukur atas segala karunia Allah SWT,” ungkap Harun Arrasyid.

Keberlangsungan program tahsin ini turut mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, salah satunya Dra. Imaniyah, M.H., yang selama ini aktif dalam pembinaan muslimat dan kegiatan keagamaan di Kecamatan Medan Amplas. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara penyuluh agama dengan kelompok-kelompok majelis taklim yang ada di tengah masyarakat.

Para peserta mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, kegiatan ini juga menambah wawasan keislaman serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah dari berbagai majelis taklim.

Kegiatan berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah. Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan yang berkelanjutan mampu menghadirkan semangat belajar, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat.

Melalui program tahsin yang terus berjalan secara konsisten, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, memperkuat pemahaman ajaran Islam, serta melahirkan generasi muslim yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *