Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, S.Th.I, memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada jamaah Pengajian Istiqomah yang berlokasi di Jalan Ayahanda, Medan pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh ibu-ibu pengajian dan masyarakat sekitar yang antusias mengikuti materi keagamaan yang disampaikan.
Dalam kesempatan tersebut, Heriansyah Harahap mengangkat tema “Empat Amalan yang Dicintai Allah” sebagai bekal bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa berusaha melakukan amalan-amalan yang dicintai Allah agar memperoleh keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
Menurut Heriansyah, amalan pertama yang dicintai Allah adalah menjaga shalat tepat waktu. Ia menjelaskan bahwa shalat merupakan tiang agama dan menjadi amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. “Shalat yang dikerjakan tepat waktu menunjukkan ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Karena itu, janganlah kita menunda-nunda shalat tanpa alasan yang dibenarkan,” ujarnya.
Amalan kedua adalah berbakti kepada kedua orang tua. Dalam penyampaiannya, Heriansyah menekankan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa menghormati, membantu, dan mendoakan kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. “Berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju keberkahan hidup dan termasuk amalan yang sangat dicintai Allah,” katanya.
Selanjutnya, amalan ketiga yang dicintai Allah adalah berjihad atau bersungguh-sungguh di jalan Allah sesuai kemampuan masing-masing. Heriansyah menjelaskan bahwa pada masa sekarang jihad dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, seperti menuntut ilmu, berdakwah, membantu sesama, dan menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas untuk menegakkan kebaikan dan mencari ridha Allah termasuk bagian dari jihad yang bernilai pahala,” jelasnya.
Amalan keempat adalah memperbanyak dzikir dan amal saleh secara istiqomah. Ia mengingatkan jamaah bahwa Allah mencintai amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membiasakan membaca Al-Qur’an, beristighfar, bersedekah, dan melakukan berbagai kebaikan secara rutin. “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara berkesinambungan. Jangan menunggu banyak, tetapi mulailah dari yang sederhana dan istiqomah,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Heriansyah Harahap berharap materi yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta pengajian menyambut baik penyuluhan tersebut dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Semoga dengan memahami dan mengamalkan empat amalan yang dicintai Allah ini, kita semua menjadi hamba yang lebih dekat kepada-Nya dan memperoleh kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat,” pungkas Heriansyah.

