MIN 1 Medan Biasakan Bahasa Inggris dan Arab, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Masa Depan

Medan (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Medan terus memperkuat pembiasaan berbahasa asing di lingkungan madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta didik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan kegiatan pembiasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab setiap Jumat setelah pelaksanaan senam SKSU.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan bahasa peserta didik. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan bahasa di dalam kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya dalam suasana yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan.

Pembiasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab diharapkan dapat membantu peserta didik mengasah kemampuan berbahasa secara bertahap. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penguasaan berbagai keterampilan bahasa sehingga siswa memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan tuntutan zaman.

Plt. Kepala MIN 1 Kota Medan, Ali Sanusi Rambe, M.Pd., mengatakan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi pembelajaran di dalam kelas. Menurutnya, peserta didik juga perlu dibekali berbagai keterampilan yang dapat menunjang kemampuan mereka untuk bersaing dan berkompetisi di masa depan.

“Tugas dan tanggung jawab kita tidak hanya memberikan materi ajar di dalam kelas, tetapi juga membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan yang nantinya diharapkan mampu membantu mereka bersaing dan berkompetisi sesuai dengan kondisi zaman di masa yang akan datang,” ujar Ali Sanusi Rambe.

Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu keterampilan yang penting untuk terus dikembangkan sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan berbahasa akan membuka wawasan peserta didik sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk berkomunikasi, belajar, dan berkarya sesuai dengan perkembangan zaman.

“Hal yang tidak kalah penting adalah pembiasaan ini diharapkan dapat menambah wawasan ananda semua bahwa dengan menguasai berbagai bahasa, kita akan semakin kuat untuk terus berkarya sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan ini harus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan madrasah,” tambahnya.

Sementara itu, WKM Kurikulum MIN 1 Kota Medan, Nancy Hermi Zebua, M.A., menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan agar pembiasaan bahasa dapat memberikan hasil yang nyata bagi peserta didik. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan secara rutin akan memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga kemampuan yang diperoleh tidak hanya sebatas teori.

“Harus ada bukti nyata yang dapat dilihat dan dirasakan anak-anak dari kegiatan ini. Pembiasaan yang dilakukan setiap Jumat menjadi salah satu langkah konkret agar mereka terbiasa menggunakan bahasa dan merasakan manfaatnya. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan sangat berguna ketika mereka melanjutkan ke jenjang perkuliahan maupun memasuki dunia kerja,” ungkap Nancy.

Ia berharap pembiasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dapat terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Dengan lingkungan yang mendukung, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa asing sekaligus memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri.

Kegiatan pembiasaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya MIN 1 Kota Medan dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan pendukung yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Penguasaan bahasa asing diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi peserta didik untuk memperluas wawasan dan menghadapi tantangan global.

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, MIN 1 Kota Medan berharap lahir generasi muda Islam yang memiliki kemampuan berbahasa, percaya diri, berwawasan luas, dan siap bersaing di masa yang akan datang. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan karakter peserta didik.

“Semoga dengan terus digalakkannya kegiatan ini, akan lahir generasi muda Islam yang siap bersaing di masa yang akan datang,” pungkas Nancy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *