Penyuluh Katolik Kemenag Medan Berikan Penguatan Rohani kepada Pasien RS Elisabeth Medan

Medan (Humas) Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan rohani kepada para pasien di Rumah Sakit Elisabeth Medan yang beralamat di Jalan H. Misbah No. 7, Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (22/06/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Penyuluh Katolik yang terdiri dari Marulam Nainggolan, S.S., Demaran Sigiro, S.Fil., Leonhard Hutagalung, S.S., Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil. Kehadiran para penyuluh bertujuan memberikan penguatan spiritual, motivasi, serta penghiburan kepada para pasien yang sedang menjalani perawatan agar tetap memiliki semangat dan harapan dalam menghadapi masa pemulihan.

Penyuluhan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Demaran Sigiro. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para penyuluh mengangkat tema “Tuhan Adalah Kekuatan dan Perisai Kita” sebagai pesan utama untuk meneguhkan iman dan membangkitkan optimisme para pasien dalam menjalani proses penyembuhan.

Pada sesi bincang-bincang dan pendampingan rohani, Marulam Nainggolan memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan kepada para pasien. Menurutnya, setiap pasien perlu tetap memiliki harapan dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap perjuangan yang sedang dihadapi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan dan perlindungan bagi setiap orang. Kami berharap para pasien tetap teguh dalam iman, kuat dalam menjalani pengobatan, serta senantiasa percaya akan kasih dan penyertaan Tuhan,” ujarnya mewakili para Penyuluh Bimas Katolik.

Para pasien menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku merasa terhibur serta dikuatkan melalui pesan-pesan rohani yang disampaikan. Kegiatan penyuluhan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar seluruh pasien memperoleh kesehatan, kekuatan, dan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *