Bimroh di Rutan Polsek Medan Sunggal, Penyuluh KUA Ajak Warga Binaan Merasakan Pengawasan Allah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji MA, melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian (Bimroh) bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Medan Sunggal yang beralamat di Jalan TB Simatupang Nomor 240 Medan, Senin (22/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertema “Hidup Harus Senantiasa Merasa Diawasi Allah” sebagai bekal spiritual untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para warga binaan.

Dalam penyampaiannya, Fuji menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat dan membiasakan diri dalam kebaikan adalah dengan menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu yang dilakukan manusia. Kesadaran tersebut akan melahirkan sikap hati-hati, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, beliau memaparkan beberapa langkah praktis agar seseorang mampu merasakan pengawasan Allah dalam kehidupannya. Langkah pertama adalah memahami dan merenungi Asmaul Husna, khususnya sifat Allah Al-Bashir (Maha Melihat), As-Sami’ (Maha Mendengar), dan Ar-Raqib (Maha Mengawasi). Langkah kedua adalah menyadari keberadaan malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mencatat seluruh amal perbuatan manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Selain itu, Fuji mengajak warga binaan untuk memperbanyak dzikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan agar hati tidak lalai serta terhindar dari godaan hawa nafsu. Ia juga menekankan pentingnya terus menuntut ilmu agama sebagai cahaya yang akan menerangi kehidupan seseorang. “Jika kita selalu mengingat Allah, menyadari adanya malaikat pencatat amal, dan terus belajar ilmu agama, maka insya Allah akan tumbuh dalam diri kita rasa muraqabah, yaitu merasa selalu diawasi Allah sehingga lebih mudah meninggalkan keburukan dan memperbanyak kebaikan,” ujar Fuji

Kegiatan bimbingan kerohanian berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme dari para warga binaan. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran spiritual yang semakin kuat sehingga mereka mampu memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kesimpulannya, kesadaran akan pengawasan Allah merupakan benteng moral yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan memahami sifat-sifat Allah, mengingat malaikat pencatat amal, memperbanyak dzikir, dan terus menuntut ilmu agama, seseorang akan lebih mampu menjaga perilaku serta istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *