Bimbingan Rohani di RSU USU Medan, Penyuluh KUA Medan Sunggal Tanamkan Optimisme Melalui Doa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian (Bimroh) di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RSU USU) Medan yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur Nomor 66 Medan, Senin (22/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pasien dan keluarga pasien dengan mengangkat tema “Iringi Cobaan Hidup dengan Meyakinkan Ikhtiar dan Doa Kita kepada Allah SWT.”

Dalam penyampaiannya, Paidi menegaskan bahwa sakit merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran, semangat, dan keyakinan. Menurutnya, setiap orang yang sedang sakit harus tetap memiliki harapan untuk sembuh serta terus berikhtiar melalui pengobatan yang dianjurkan. Selain itu, doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT harus dilakukan dengan penuh keyakinan dan optimisme.
“Sakit adalah ujian dari Allah SWT. Karena itu kita harus memiliki semangat untuk sembuh dan sehat kembali. Salah satu ikhtiar yang harus dijalankan adalah meyakinkan bahwa doa-doa yang kita panjatkan akan diijabah oleh Allah SWT, karena Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan beberapa adab dan langkah konkret agar doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Di antaranya adalah memastikan makanan, minuman, dan pakaian yang digunakan berasal dari sumber yang halal, mengawali doa dengan pujian kepada Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menghadirkan hati yang yakin ketika berdoa. Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi agar umat Islam berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.

Selain itu, Paidi mengajak para peserta untuk tidak tergesa-gesa dalam menunggu jawaban atas doa yang dipanjatkan. Ia menekankan pentingnya istiqamah, menjauhi rasa putus asa, serta memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam salat, dan di antara azan serta iqamah. “Jangan merasa doa ditolak hanya karena hasilnya belum terlihat. Tetaplah berbaik sangka kepada Allah dan teruslah berdoa, karena Allah mengetahui waktu terbaik untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal mengajak pasien dan keluarga pasien untuk menghadapi ujian hidup dengan penuh optimisme melalui ikhtiar dan doa. Keyakinan kepada Allah SWT, disertai adab berdoa yang benar dan sikap istiqamah, menjadi modal penting dalam meraih ketenangan hati serta kesembuhan yang diharapkan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *