Bimas Kristen Kemenag Medan Hadir Berikan Penguatan Rohani bagi Pasien di RS Royal Prima

Medan (Humas)– Kehadiran penyuluh agama di fasilitas kesehatan menjadi wujud pelayanan keagamaan yang memberikan penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi pergumulan hidup. Dengan semangat tersebut, Tim Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan doa dan penguatan iman kepada pasien di Rumah Sakit Royal Prima, Jalan Ayahanda No. 68-A, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (3/7/2026)

Kegiatan tersebut diikuti oleh Remulus Situmorang, Windu Manik, Sedra Tarigan, Saronisa Ginting, Verawati Butar-Butar, Asima Manik, Manangkas Simamora, Bung Andyra Nainggolan, Novina, Ferdinan Nainggolan, Rudi Nainggolan dan Syalam Hasugian. Melalui doa bersama dan pendampingan rohani, para penyuluh memberikan penghiburan serta motivasi kepada pasien dan keluarga agar tetap memiliki pengharapan dan keteguhan iman selama menjalani proses perawatan.

Verawati Butar-Butar mengatakan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit bukan hanya untuk mendoakan pasien, tetapi juga menjadi sahabat yang memberikan penguatan ketika mereka menghadapi masa-masa sulit. Menurutnya, dukungan spiritual yang diberikan melalui doa dan pendampingan menjadi sumber penghiburan yang membantu pasien tetap memiliki semangat dan keyakinan dalam menjalani proses pengobatan.

“Kami ingin setiap pasien merasakan bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Doa, perhatian, dan penguatan firman Tuhan diharapkan dapat menghadirkan ketenangan serta membangkitkan harapan di tengah proses pemulihan yang sedang dijalani,” ujar Verawati.

Sementara itu, Remulus Situmorang mengingatkan bahwa penguatan iman memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan dengan hati yang lebih tenang dan penuh keyakinan. Ia menilai, kehadiran penyuluh agama di tengah pasien merupakan bentuk pelayanan yang memberikan kekuatan batin agar mereka tetap teguh menghadapi setiap tantangan selama masa perawatan.

“Dalam setiap pelayanan, kami mengajak pasien untuk tetap percaya kepada penyertaan Tuhan. Ketika iman tetap terpelihara, mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap proses pengobatan dengan lebih tabah dan optimis,” ungkap Remulus.

Hal senada disampaikan Ferdinan Nainggolan. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan spiritual selain pelayanan medis. Ia berharap pelayanan tersebut mampu memberikan ketenangan dan semangat baru bagi pasien maupun keluarga yang setia mendampingi selama proses penyembuhan.

“Kami berharap pelayanan ini dapat memberikan semangat baru bagi pasien dan keluarganya. Kiranya kasih Tuhan senantiasa menguatkan mereka sehingga tetap memiliki pengharapan dalam setiap proses penyembuhan yang dijalani,” tutur Ferdinan.

Pelayanan penguatan rohani ini menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, memperkuat iman, serta menjadi penyemangat bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi setiap tahapan pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *