Medan (Humas) – Pemanfaatan media penyiaran menjadi salah satu sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, melaksanakan rekaman siaran di RRI dalam tiga jilid dengan tema “Hamba Allah yang Sangat Allah Cintai”, yang berangkat dari kandungan Al-Qur’an Surah Al-Furqan ayat 64 dan ayat-ayat berikutnya, Kamis (2/7/2026).
Melalui rekaman tersebut, Amri mengulas karakteristik hamba-hamba Allah yang memperoleh cinta dan kasih sayang-Nya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Materi yang disampaikan mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak mulia, memperkuat kualitas ibadah, serta membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Ia menjelaskan bahwa Surah Al-Furqan tidak hanya memuat gambaran tentang ibadah seorang mukmin, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerendahan hati, kesabaran, kepedulian, dan pengendalian diri sebagai karakter seorang hamba yang dicintai Allah. Menurutnya, karakter tersebut menjadi pedoman bagi setiap muslim dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Melalui Surah Al-Furqan, Allah memberikan gambaran tentang pribadi hamba-hamba-Nya yang memperoleh cinta dan rahmat-Nya. Mereka tidak hanya tekun beribadah, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, rendah hati, mampu menahan amarah, serta senantiasa menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita tanamkan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amri Sembiring.
Ia berharap materi yang disiarkan melalui RRI dapat menjangkau masyarakat lebih luas sehingga pesan-pesan Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai ilmu, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk karakter dan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam.
Pemanfaatan media penyiaran seperti RRI menjadi salah satu ikhtiar Kementerian Agama Kota Medan dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Dengan menghadirkan materi yang relevan dan mudah dipahami, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial.

