Hadirkan Penguatan Spiritual, PAI Kemenag Medan Berikan Bimbingan Rohani bagi Pasien Rumah Sakit Jiwa

Medan (Humas) — Kepedulian terhadap penguatan mental dan spiritual masyarakat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan. Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Tamrin Butar-Butar, S.Ag., S.Pd.I., memberikan bimbingan rohani kepada pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Padang Bulan, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan bimbingan penyuluhan (bimluh) tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pemulihan kesehatan jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, H. Tamrin menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menguatkan hati pasien agar tetap memiliki harapan, kesabaran, serta keyakinan dalam menghadapi ujian kehidupan. Ia mengajak para pasien untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, ibadah, dan memperbanyak rasa syukur.

Menurutnya, kondisi sakit bukanlah akhir dari perjalanan seseorang, melainkan bagian dari ujian yang dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Melalui pendekatan yang penuh empati, penyuluh agama berupaya menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang menenangkan serta memberikan dorongan moral agar pasien tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pemulihan.

“Sakit merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah SWT. Karena itu, kita harus tetap bersabar, berprasangka baik kepada Allah, dan terus berusaha untuk mendapatkan kesembuhan. Jangan pernah merasa sendiri, karena Allah selalu memberikan pertolongan dan kasih sayang kepada hamba-Nya,” ujar H. Tamrin.

Ia menjelaskan bahwa bimbingan rohani memiliki peran penting dalam memberikan ketenangan batin bagi pasien. Selain membantu memperkuat sisi spiritual, penyuluhan agama juga menjadi sarana memberikan motivasi agar pasien tetap optimis menjalani proses pengobatan.

“Tugas penyuluh agama bukan hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan memberikan penguatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui pendekatan agama, kita berharap mereka mendapatkan ketenangan hati dan semangat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tambahnya.

H. Tamrin juga mengajak pasien untuk menjadikan doa dan ibadah sebagai bagian dari ikhtiar dalam proses pemulihan.

“Kesembuhan membutuhkan ikhtiar lahir dan batin. Pengobatan yang dilakukan oleh tenaga medis harus disertai dengan kekuatan doa dan keyakinan bahwa Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu,” katanya.

Kegiatan bimbingan rohani tersebut berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Para pasien mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi serta menyampaikan pengalaman maupun perasaan mereka.

Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan penuh kepedulian. Tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, penyuluh juga berperan dalam menanamkan harapan, ketenangan, serta penguatan spiritual bagi masyarakat dalam berbagai kondisi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *