Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin sebagai upaya mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Kegiatan yang diikuti oleh sembilan calon pengantin tersebut berlangsung di Aula KUA Kecamatan Medan Denai, Jalan Raya Menteng, Gang KUA, Rabu (15/7/2026).
Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kesiapan calon pasangan suami istri, sehingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta meminimalkan potensi konflik dalam kehidupan rumah tangga. Suasana kegiatan berlangsung khidmat sejak awal acara, diawali dengan pembukaan oleh Penata Layanan Operasional (PLO) Madkasad dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang peserta, Fajar Sugiarto.
Materi pertama disampaikan oleh Ust. Khoiruz Zaman, S.H.I., S.Pd.I. dengan tema “Kiat Membina Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah.” Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, tetapi merupakan ibadah yang harus dibangun di atas fondasi keimanan, kasih sayang, dan tanggung jawab.
“Rumah tangga yang sakinah lahir dari pasangan yang saling mencintai, saling menghormati, menjaga komunikasi, serta memiliki komitmen untuk bersama-sama menghadapi setiap ujian kehidupan. Keharmonisan keluarga juga ditentukan oleh kemampuan suami dan istri dalam memahami peran masing-masing, mengelola ekonomi secara bijaksana, serta mendidik anak dengan nilai-nilai agama,” ujar Khoiruz Zaman.
Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar menjadikan akhlak mulia sebagai landasan dalam membangun hubungan keluarga. Menurutnya, sikap saling menghargai, saling memaafkan, dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan merupakan kunci terciptanya keluarga yang bahagia dan diridhai Allah SWT.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Sarmaulid Simamora, S.Ag. mengenai Fiqih Munakahat. Dalam penjelasannya, ia menguraikan tentang rukun dan syarat pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, serta penyelesaian berbagai persoalan keluarga berdasarkan tuntunan syariat Islam.
“Pernikahan bukan hanya sah secara administrasi dan agama, tetapi juga harus dipahami sebagai amanah yang mengandung hak dan kewajiban. Ketika masing-masing pihak memahami dan melaksanakan kewajibannya dengan baik, insya Allah keluarga akan menjadi tempat yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan,” jelas Sarmaulid.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga, mulai dari komunikasi dalam keluarga, pengelolaan keuangan, hingga penyelesaian konflik secara bijaksana. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran calon pengantin akan pentingnya bekal pengetahuan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Mewakili peserta, Ismail Marzuki dan Aprilia Ramadhan mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sangat bermanfaat sebagai bekal membangun rumah tangga.
“Kami mendapatkan banyak ilmu dan wawasan yang sangat bermanfaat sebagai bekal membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan berumah tangga dan memberikan gambaran tentang tanggung jawab yang akan kami jalani nanti,” ungkap keduanya.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, memohon kepada Allah SWT agar seluruh peserta diberikan kemudahan, keberkahan, serta mampu membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan menjadi tempat lahirnya generasi yang saleh, berkualitas, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Medan Denai terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Diharapkan setiap calon pengantin memiliki kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan yang memadai sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang unggul.

