Deli Serdang (Humas) – Dalam rangka memaknai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan bulan Muharram sebagai momentum pembaruan diri, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota, Imam Pratomo, M.H.I., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) tatap muka di hadapan jamaah Perwiridan Deli Permata Biru, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri puluhan jamaah bapak-bapak serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran penyuluh agama lintas wilayah tersebut juga menunjukkan bahwa dakwah dan pelayanan keagamaan tidak dibatasi oleh wilayah administratif, melainkan berorientasi pada pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Imam Pratomo mengangkat tema “Makna Hijrah Sebenarnya”. Ia menjelaskan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi merupakan proses perubahan diri secara menyeluruh menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT.
“Hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju ketaatan. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang mulia, dari kemaksiatan menuju ketaatan, serta dari sikap individualis menjadi pribadi yang peduli dan membawa manfaat bagi sesama,” ujar Imam Pratomo.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa seorang muhajir sejati adalah orang yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Menurutnya, makna hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas ibadah, kejujuran, kepedulian sosial, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri.
“Setiap muslim memiliki kesempatan untuk berhijrah setiap hari. Selama kita berusaha meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah dan menggantinya dengan amal saleh, maka pada hakikatnya kita sedang menjalani proses hijrah. Inilah semangat Muharram yang perlu terus kita hidupkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan dalam menjaga istiqamah di tengah derasnya arus perkembangan zaman, mulai dari pengaruh media sosial, pergaulan, hingga upaya membangun keluarga yang religius. Imam Pratomo memberikan berbagai solusi berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah agar semangat hijrah tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Perwiridan Deli Permata Biru, Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Kota yang telah memberikan pencerahan kepada para jamaah.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Imam Pratomo. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini dan memberikan motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,” ungkap Firmansyah.
Kegiatan perwiridan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan zikir dan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kedamaian bagi bangsa dan umat Islam.
Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini, KUA Kecamatan Medan Kota berharap semangat hijrah tidak hanya menjadi refleksi pada momentum Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas iman, memperbaiki akhlak, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

