Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama pada Perwiritan Ibu-Ibu Islamiyah yang berlangsung di Jalan Mushola No. 18, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (16/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Paidi mengangkat tema “Pentingnya Bersuci (Thaharah) dalam Kehidupan Seorang Muslim” sebagai bekal dasar untuk menjalankan ibadah dengan benar.
Kegiatan pengajian dilaksanakan di kediaman Ibu Nur Hamidah dan diawali oleh Ketua Perwiritan, Rahmawati Nasution, yang membuka acara sekaligus membacakan susunan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan taḥtīm dan tahlil singkat, sebelum memasuki sesi ceramah agama yang disampaikan oleh Paidi, Para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan antusias.
Dalam penyampaiannya, Paidi menjelaskan bahwa thaharah merupakan upaya bersuci dari hadas dan najis yang menjadi syarat utama sahnya berbagai ibadah, khususnya salat. Ia menegaskan bahwa seorang Muslim perlu memahami tata cara bersuci secara benar agar ibadah yang dikerjakan diterima sesuai tuntunan syariat. “Thaharah adalah bersuci dari hadas dan najis yang menjadi syarat sahnya ibadah, terutama salat. Karena itu, setiap Muslim wajib memahami dan mempraktikkannya dengan benar,” ujar Paidi.
Paidi juga menguraikan media yang dapat digunakan untuk bersuci, yaitu air, tanah (untuk tayamum), dan batu atau benda sejenis dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan fikih. Selain itu, ia menjelaskan pembagian najis menjadi tiga macam, yakni najis mukhaffafah (najis ringan), najis mutawassithah (najis sedang), dan najis mughallazah (najis berat), yang masing-masing memiliki tata cara penyucian yang berbeda sesuai syariat Islam.
Lebih lanjut, Paidi menerangkan bahwa selain najis, terdapat pula hadas, yaitu keadaan tidak suci yang melekat pada diri seseorang. Hadas terbagi menjadi dua, yaitu hadas kecil, yang dapat disucikan dengan berwudu, dan hadas besar, yang harus disucikan dengan mandi wajib (mandi junub). “Memahami perbedaan antara najis dan hadas sangat penting agar seorang Muslim mengetahui cara bersuci yang tepat sebelum melaksanakan ibadah,” jelasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para anggota Perwiritan Ibu-Ibu Islamiyah semakin memahami pentingnya thaharah sebagai dasar dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Pemahaman yang baik mengenai bersuci diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mendorong masyarakat untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw.
Penyuluhan tentang thaharah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami tata cara bersuci dari najis dan hadas sesuai syariat Islam. Dengan pemahaman yang benar tentang bersuci, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah secara sah, benar, dan lebih khusyuk sehingga kualitas kehidupan beragama semakin meningkat.(Paidi).

