Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Teguhkan Peran Keluarga sebagai Pewarta Injil

Medan (Humas) – Umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal mengikuti Ibadat Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan pertemuan ketiga pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 20.00–21.40 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah keluarga K. Nababan/br. Sihombing yang beralamat di Jl. Tapian Nauli Pasar IV, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Pertemuan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal hadir sebagai pembimbing dan menyampaikan materi Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan pertemuan ketiga dengan subtema “Keluarga Berjalan Bersama untuk Saling Mewartakan.” Kegiatan ini diikuti oleh umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta sebagai bagian dari upaya memperdalam iman dan mempererat persaudaraan dalam kehidupan menggereja.

Renungan didasarkan pada Injil Matius 28:16–20, yang berisi amanat agung Yesus kepada para murid untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa setiap keluarga Katolik dipanggil untuk menjadi pewarta Kabar Gembira, dimulai dari kehidupan sehari-hari di dalam keluarga. Pewartaan iman tidak hanya dilakukan melalui kata-kata, tetapi terutama melalui teladan hidup yang mencerminkan kasih, pengampunan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Lebih lanjut, ia mengajak setiap anggota keluarga untuk saling mendukung dalam bertumbuh dalam iman serta berani menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Keluarga hendaknya menjadi “Gereja rumah tangga” yang membangun kebiasaan berdoa bersama, membaca Kitab Suci, dan menghidupi nilai-nilai Injil sehingga mampu membawa terang dan harapan bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui pertemuan ketiga Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan ini, diharapkan setiap keluarga semakin menyadari panggilannya sebagai pewarta Injil di tengah dunia. Dengan berjalan bersama dalam semangat persaudaraan, saling menguatkan, dan setia melaksanakan amanat Kristus, keluarga-keluarga Katolik diharapkan mampu menjadi komunitas yang hidup, bertumbuh dalam iman, dan menghadirkan kasih Allah bagi sesama.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *