Perbaiki Bacaan Al-Fatihah, PAI Kemenag Medan Bekali Warga Binaan Dasar-Dasar Ibadah Salat

Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Kota Medan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, M. Iqbal, sebagai narasumber.

Kegiatan yang mengangkat materi praktik ibadah salat dengan fokus pada bacaan Surah Al-Fatihah ini berlangsung dalam suasana yang hangat, komunikatif, dan penuh semangat belajar. Para warga binaan tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian karena materi yang disampaikan menyentuh dasar-dasar ibadah yang mereka laksanakan setiap hari.

Dalam penyampaiannya, M. Iqbal menjelaskan bahwa Surah Al-Fatihah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam salat karena merupakan salah satu rukun yang harus dibaca pada setiap rakaat. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu memahami makna kandungannya sekaligus memperbaiki cara membacanya sesuai dengan kaidah tajwid agar ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih sempurna.

“Al-Fatihah bukan sekadar bacaan yang diulang dalam setiap rakaat, tetapi merupakan inti dari salat yang harus dipahami maknanya dan diperbaiki cara membacanya. Ketika bacaan kita benar, insyaallah salat akan menjadi lebih khusyuk dan bernilai di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Selain memberikan penjelasan mengenai teori dan hukum bacaan, M. Iqbal juga membimbing peserta mempraktikkan bacaan Surah Al-Fatihah secara bertahap. Ia memperhatikan pelafalan setiap huruf hijaiyah, panjang pendek bacaan, serta penerapan tajwid agar warga binaan mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar.

Menurutnya, pembinaan keagamaan harus dimulai dari hal-hal yang paling mendasar sebagai fondasi dalam membangun kualitas ibadah. Ketika seseorang memahami dasar-dasar agama dengan baik, maka akan lebih mudah baginya untuk meningkatkan amalan dan memperbaiki kualitas kehidupan.

“Memperbaiki bacaan Al-Fatihah adalah langkah awal yang sangat penting dalam memperbaiki salat. Jangan pernah merasa malu untuk belajar, karena tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki ibadah. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, warga binaan diberi kesempatan membaca Surah Al-Fatihah secara bergantian. Setiap peserta mendapatkan bimbingan secara langsung mengenai pelafalan huruf maupun bacaan yang masih perlu disempurnakan. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif sehingga peserta merasa lebih percaya diri untuk bertanya dan mempraktikkan kembali bacaan yang telah diperbaiki.

Di akhir kegiatan, M. Iqbal mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan proses pembinaan ini sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan dalam pelaksanaan salat, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar memperbaiki ibadah. Semoga setiap ilmu yang dipelajari hari ini menjadi amal yang membawa keberkahan, memperkuat keimanan, serta mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Adapun tim Penyuluh Agama Islam yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas M. Iqbal, Heriansani, Syarifuddin Pasaribu, Wan Nur Ainun, Mahmud Alkausari Pulungan, Mahmud Hasan, Nadiah Masruroh, dan Leonhard. 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus mengoptimalkan peran penyuluh agama dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada warga binaan di berbagai lembaga sosial. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dasar keislaman, memperbaiki kualitas ibadah, membentuk akhlak yang mulia, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *