Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Safari Subuh di Masjid An-Nazhafah, Jalan Rumah Sumbul, Simpang Juanda, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Safari Subuh diawali dengan pembukaan oleh protokol Ahmad Pramuja, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) An-Nazhafah, Hamdani. Kegiatan tersebut dihadiri jamaah Masjid An-Nazhafah serta perwakilan jamaah dari sejumlah masjid di sekitar wilayah Kecamatan Medan Denai. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan di antara para jamaah.
Dalam tausiyahnya, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertajuk “Akhlak: Adab Bertamu dan Menyambut Tamu dalam Islam.” Ia menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan, termasuk tata krama ketika bertamu maupun saat menerima tamu.
Menurutnya, adab bertamu bukan sekadar etika sosial, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah yang mencerminkan keimanan seorang muslim. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memperhatikan adab-adab yang telah diajarkan Rasulullah SAW agar hubungan antarsesama tetap terjalin dengan baik.
“Seorang muslim yang bertamu hendaknya meluruskan niat karena Allah SWT, memilih waktu yang tepat, meminta izin sebelum masuk, mengucapkan salam, menjaga pandangan, duduk di tempat yang dipersilakan, menjaga sopan santun dalam berbicara, tidak berlama-lama apabila urusan telah selesai, serta mendoakan tuan rumah sebelum berpamitan,” jelas Khoiruz Zaman.
Selain menjelaskan adab bertamu, ia juga menguraikan tata cara memuliakan tamu sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Menurutnya, menyambut tamu dengan wajah yang ramah, menjawab salam, mempersilakan tamu masuk dan duduk, menyuguhkan jamuan sesuai kemampuan, mendengarkan pembicaraan dengan baik, serta mengantar tamu hingga ke pintu merupakan bentuk penghormatan yang bernilai ibadah.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya’ (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa memuliakan tamu merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman. Dengan menjaga adab bertamu dan menghormati tamu, silaturahmi akan semakin erat, kasih sayang akan tumbuh, dan keberkahan akan hadir dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Para jamaah tampak antusias mengikuti penyampaian materi. Dalam sesi dialog, beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai penerapan adab bertamu di tengah perkembangan kehidupan modern, termasuk etika berkunjung, menjaga privasi, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Diskusi berlangsung interaktif sehingga menambah wawasan dan pemahaman jamaah terhadap nilai-nilai akhlak dalam Islam.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar. Sebelum meninggalkan lokasi, para jamaah saling bersilaturahmi dalam suasana penuh keakraban sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai yang telah disampaikan dalam tausiyah.
Salah seorang jamaah, Irwansyah, mengaku bersyukur dapat mengikuti Safari Subuh tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akhlak dalam berinteraksi dengan sesama.
“Materinya sangat bermanfaat karena mengingatkan kami tentang adab yang terkadang dianggap sederhana, padahal memiliki nilai yang besar dalam Islam. Kami berharap Safari Subuh seperti ini terus dilaksanakan di berbagai masjid agar masyarakat semakin memahami ajaran agama dan ukhuwah Islamiyah semakin kuat,” ungkapnya.

