Medan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Medan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui Pemanfaatan Platform Digital. Kegiatan yang berlangsung di ruang guru MIN 12 Medan pada Selasa (21/7/2026) ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
Diklat menghadirkan Staf Seksi Pendidikan Madrasah Bidang Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ade Rahmad, S.Pd., sebagai narasumber. Sementara itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala MIN 12 Medan, Hj. Rini Sartika, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Dalam arahannya, Hj. Rini Sartika menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus mampu menjadi sarana untuk memperkuat proses pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak mulia. Dengan dukungan platform digital, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan tetap mengedepankan nilai-nilai cinta dalam setiap proses belajar mengajar,” ujar Rini Sartika.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, guru yang adaptif terhadap perubahan akan lebih mudah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter peserta didik sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Sementara itu, narasumber Ade Rahmad, S.Pd., memaparkan berbagai strategi pemanfaatan platform digital dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons dengan kesiapan guru dalam memanfaatkan berbagai aplikasi dan media pembelajaran secara efektif.
Menurut Ade Rahmad, penggunaan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Justru sebaliknya, platform digital harus menjadi alat untuk memperkuat interaksi antara guru dan peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan karakter positif.

“Teknologi hanyalah alat, sedangkan ruh pendidikan tetap berada pada guru. Karena itu, pemanfaatan platform digital harus mampu menghadirkan pembelajaran yang humanis, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai Panca Cinta dalam setiap aktivitas belajar,” jelas Ade Rahmad.
Dalam sesi pelatihan, para peserta juga memperoleh pendampingan mengenai pemanfaatan berbagai platform digital sebagai media pembelajaran interaktif. Selain itu, guru diajak berdiskusi mengenai praktik-praktik baik dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Suasana diklat berlangsung dinamis dan penuh antusias. Para guru aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran berbasis digital di lingkungan madrasah. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menjadikan kegiatan berlangsung komunikatif dan memberikan banyak wawasan baru bagi para pendidik.
Melalui kegiatan ini, MIN 12 Medan berharap seluruh guru semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Penguatan kompetensi pendidik diharapkan mampu melahirkan proses pembelajaran yang inovatif, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sekaligus membentuk generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki kecintaan kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan.

