Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hekdi Jojada Sinaga, melaksanakan pembinaan kepada Kelompok Misdinar Stasi Santo Antonius Padua Paya Rumput, Paroki Santo Kondrat Martubung, Sabtu (25/07/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 18.30 WIB di Gang Inpres, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, ini diikuti para misdinar sebagai bagian dari upaya penguatan iman dan peningkatan kualitas pelayanan liturgi di lingkungan gereja.
Pembinaan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Katolik dalam membina umat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik tentang tugas pelayanan di altar sekaligus membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat melayani yang dilandasi nilai-nilai iman Katolik. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para misdinar diharapkan tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas liturgi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya, Hekdi Jojada Sinaga menjelaskan bahwa misdinar memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perayaan Ekaristi dan berbagai ibadah gereja lainnya. Oleh karena itu, selain memahami tata cara pelayanan liturgi, para misdinar juga perlu membangun kehidupan doa yang baik, menjaga sikap hormat selama mengikuti peribadatan, serta menampilkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani di tengah keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Melayani di altar bukan sekadar menjalankan tugas pada saat perayaan liturgi, tetapi merupakan bentuk kesediaan untuk menjawab panggilan Tuhan. Karena itu, setiap misdinar harus mempersiapkan diri dengan baik, menjaga sikap, serta melaksanakan pelayanan dengan hati yang tulus dan penuh sukacita,” ujar Hekdi.
Ia menambahkan bahwa pembinaan seperti ini menjadi sarana untuk membentuk generasi muda Katolik yang memiliki integritas, karakter yang kuat, serta kesadaran akan pentingnya hidup dalam iman. “Anak-anak yang setia melayani sejak usia dini akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kita tanamkan melalui setiap kegiatan pembinaan agar mereka menjadi generasi penerus Gereja yang tangguh,” katanya.
Menurut Hekdi, tugas seorang misdinar tidak berhenti ketika perayaan liturgi selesai. Nilai-nilai pelayanan yang diperoleh di gereja harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan pergaulan. “Kita berharap para misdinar mampu menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Sikap hormat, rendah hati, jujur, serta semangat melayani harus menjadi identitas mereka di mana pun berada. Dengan demikian, pelayanan di altar benar-benar membentuk karakter dan kualitas hidup mereka sebagai anak-anak Allah,” ungkapnya.
Di akhir pembinaan, Hekdi mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berlatih, dan menjaga semangat pelayanan. Ia menegaskan bahwa Gereja membutuhkan generasi muda yang memiliki iman yang kokoh, semangat pengabdian, serta kesediaan untuk terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.
“Jangan pernah merasa kecil karena menjadi misdinar. Pelayanan yang kalian lakukan sangat berarti bagi Gereja. Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, karena melalui pelayanan yang sederhana itulah Tuhan sedang membentuk kalian menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa,” tutup Hekdi Jojada Sinaga.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran Penyuluh Agama Katolik sebagai mitra umat dalam memberikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Diharapkan para misdinar Stasi Santo Antonius Padua Paya Rumput semakin mantap menjalankan tugas pelayanannya dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan sukacita sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan dan Gereja.

