Medan (Humas) – Dalam rangka mempersiapkan pelayanan animasi liturgi yang akan dilaksanakan pada 6 September 2026, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih, memberikan pembinaan melalui latihan lagu kepada anggota Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) serta remaja Paroki Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (26/07/2026) pukul 13.00–14.30 WIB di Aula Paroki Katedral Medan, Jalan Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Latihan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam membina iman generasi muda melalui pelayanan liturgi. Selain meningkatkan kemampuan bernyanyi, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, kekompakan, dan penghayatan spiritual para peserta agar mampu memberikan pelayanan terbaik dalam setiap perayaan Ekaristi.
Pada kesempatan tersebut, para peserta berlatih membawakan dua lagu rohani, yakni Persembahan Hati dan Tuhan Kau Satukan Kami. Kedua lagu dipilih karena memiliki pesan yang selaras dengan semangat pelayanan, persaudaraan, dan pengabdian kepada Tuhan. Zetra membimbing peserta tidak hanya dari sisi teknik vokal dan harmonisasi, tetapi juga mengajak mereka memahami makna setiap syair agar mampu menyanyikannya dengan penuh penghayatan.
Menurut Zetra Hail Saragih, musik liturgi bukan sekadar penampilan seni, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah yang membantu umat semakin menghayati perayaan iman. Oleh karena itu, setiap petugas koor maupun animasi liturgi perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, baik secara teknis maupun spiritual.
“Pelayanan melalui nyanyian bukan sekadar menunjukkan kemampuan bernyanyi, tetapi menjadi bentuk doa dan persembahan kepada Tuhan. Ketika lagu dinyanyikan dengan hati yang tulus dan penuh penghayatan, umat pun akan lebih mudah merasakan kehadiran Tuhan dalam liturgi,” ujar Zetra Hail Saragih.
Ia menambahkan bahwa pembinaan terhadap anak-anak dan remaja merupakan investasi penting bagi keberlangsungan pelayanan Gereja. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam kegiatan liturgi, diharapkan tumbuh generasi muda Katolik yang memiliki iman yang kokoh, cinta terhadap Gereja, serta siap melayani dengan sukacita.
“SEKAMI dan remaja adalah generasi penerus Gereja. Karena itu, mereka perlu didampingi dan diberi ruang untuk mengembangkan talenta yang dimiliki. Melalui latihan seperti ini, mereka belajar tentang kerja sama, disiplin, tanggung jawab, sekaligus menghayati bahwa setiap talenta adalah anugerah Tuhan yang harus dipersembahkan demi kemuliaan-Nya,” katanya.
Lebih lanjut, Zetra mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap proses latihan sebagai kesempatan membangun kebersamaan dan memperdalam iman. Menurutnya, keberhasilan animasi liturgi tidak hanya diukur dari indahnya lagu yang dibawakan, tetapi juga dari semangat pelayanan yang lahir dari hati yang mengasihi Tuhan dan sesama.
“Kami berharap anak-anak dan remaja tidak hanya siap tampil pada animasi liturgi tanggal 6 September mendatang, tetapi juga semakin bertumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, peduli, dan setia melayani. Ketika pelayanan dilakukan dengan sukacita, itulah kesaksian iman yang nyata bagi Gereja dan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, antusias, dan kebersamaan. Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak melalui penguatan pembinaan umat, khususnya generasi muda, sehingga mereka mampu mengembangkan talenta, memperdalam iman, dan mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja.

