Medan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Kota Medan menghadirkan suasana berbeda pada pelaksanaan Upacara Bendera Senin, 27 Juli 2026. Bertempat di lapangan utama madrasah, upacara yang diikuti seluruh peserta didik, dewan guru, dan tenaga kependidikan tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Bantan, Serda Budi Wahyono, sebagai pembina upacara.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan aparat kewilayahan dalam membangun karakter generasi muda. Melalui tema “No Bullying” (Anti-Perundungan), para siswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta penuh rasa saling menghargai.
Sejak pukul 07.15 WIB, seluruh peserta upacara telah berbaris dengan tertib. Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan oleh petugas dari siswa-siswi MIN 12 Kota Medan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam amanatnya, Serda Budi Wahyono menekankan pentingnya membangun karakter disiplin, menghormati guru, menyayangi orang tua, serta menjaga hubungan yang baik dengan sesama teman. Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk perundungan.
“Bullying bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga bisa berupa perkataan, ejekan, maupun perlakuan yang menyakiti perasaan orang lain. Jangan pernah menganggap remeh sebuah candaan yang dapat melukai hati teman. Jadilah pelajar yang saling menghormati, saling membantu, dan berani menghentikan tindakan perundungan apabila melihatnya,” tegas Serda Budi Wahyono di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi pribadi yang berani berbuat baik, menghargai perbedaan, serta membangun persahabatan yang sehat di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.
Kepala MIN 12 Kota Medan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa Kelurahan Bantan yang telah memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada para peserta didik. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan TNI menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan toleransi sejak usia dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Kelurahan Bantan yang telah berkenan menjadi pembina upacara sekaligus memberikan pembinaan kepada peserta didik. Pesan tentang bahaya bullying sangat penting ditanamkan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, saling menghargai, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan,” ujar Kepala MIN 12 Kota Medan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta upacara membacakan ikrar menolak segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah. Momen tersebut berlangsung penuh semangat dan menjadi simbol tekad bersama untuk menciptakan budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Babinsa Kelurahan Bantan, Kepala Madrasah, dewan guru, serta perwakilan peserta didik. Melalui kegiatan ini, MIN 12 Kota Medan berharap semangat anti-perundungan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari sehingga madrasah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah.

