Melalui Pembinaan Rohani, Kemenag Medan Tumbuhkan Harapan dan Semangat Belajar Anak-Anak Pinggiran Rel

Medan (Humas) — Kemenag Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang tinggal di kawasan pinggiran rel kereta api. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (PA Ceria) yang dilaksanakan bekerja sama dengan organisasi Meducate: Health for All di Jalan PJKA Pasar IV Rel, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (27/7/2026). Selain pembinaan rohani, kegiatan ini juga membekali anak-anak dengan pembelajaran bahasa Inggris secara gratis sebagai upaya menumbuhkan semangat belajar dan memperluas wawasan mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dengan berbagai aktivitas yang dirancang sesuai usia peserta. Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan, Sridepi Debataraja, menyampaikan firman Tuhan yang mengajak anak-anak untuk memiliki pengharapan, percaya diri, dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti ibadah, permainan edukatif, hingga sesi belajar bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh para relawan.

Dalam penyampaiannya, Sridepi Debataraja menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui iman, pendidikan, dan kerja keras. Menurutnya, keterbatasan kondisi ekonomi maupun lingkungan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus bermimpi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. “Tuhan mengasihi setiap anak tanpa membedakan latar belakangnya. Karena itu, tetaplah rajin belajar, berani bermimpi, dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup agar kelak menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, gereja, dan bangsa,” ujarnya.

Sridepi Debataraja juga mengapresiasi kolaborasi bersama Meducate: Health for All yang menghadirkan pembinaan rohani sekaligus pendidikan bagi anak-anak pinggiran rel. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam membangun generasi yang memiliki karakter, kepedulian, dan semangat untuk terus berkembang. “Ketika pembinaan iman berjalan beriringan dengan pendidikan, anak-anak akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama mendampingi dan memberdayakan mereka,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Anak-anak tampak aktif mengikuti setiap sesi yang disiapkan, mulai dari pembinaan rohani hingga pembelajaran bahasa Inggris yang diberikan secara interaktif. Kehadiran para penyuluh dan relawan memberikan motivasi baru bagi mereka untuk terus belajar, bertumbuh, dan percaya akan masa depan yang lebih baik.

Melalui pembinaan rohani ini, Kemenag Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh dan memberdayakan masyarakat, khususnya anak-anak di kawasan pinggiran rel. Sinergi yang dibangun bersama berbagai mitra diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter, menanamkan nilai-nilai keimanan, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan lahir generasi yang memiliki iman yang teguh, semangat belajar yang tinggi, karakter yang baik, serta kesiapan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, agama, dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *