Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Leonhard Hutagalung, melaksanakan pembinaan kepada remaja SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) di Stasi Santo Petrus Sinar Gunung, Paroki Santo Konrad Martubung, Minggu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat pelayanan sejak dini sekaligus membentuk karakter generasi muda Katolik agar bertumbuh dalam iman, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.
Pembinaan diikuti dengan antusias oleh para remaja SEKAMI yang mendapatkan penguatan mengenai makna pelayanan dalam kehidupan menggereja maupun kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang komunikatif, para peserta diajak memahami bahwa panggilan melayani bukan hanya dilakukan saat mengikuti kegiatan liturgi, tetapi juga diwujudkan melalui sikap hidup yang mencerminkan kasih, tanggung jawab, dan kerendahan hati.
Dalam penyampaiannya, Leonhard Hutagalung menegaskan bahwa tugas seorang misdinar tidak hanya sebatas membantu imam dan diakon pada saat Perayaan Ekaristi maupun perayaan liturgi lainnya. Menurutnya, seorang misdinar harus mampu menghadirkan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
“Menjadi misdinar berarti siap melayani Kristus melalui pelayanan kepada sesama. Pelayanan itu tidak berhenti di altar, tetapi harus diwujudkan dengan menghormati orang tua, membantu keluarga, peduli terhadap teman, dan menjadi pribadi yang membawa damai di tengah masyarakat,” ujar Leonhard Hutagalung.
Ia juga mengajak para remaja SEKAMI untuk terus menjaga semangat belajar, berdoa, dan aktif dalam berbagai kegiatan Gereja sebagai bekal menjadi generasi penerus yang beriman dan memiliki jiwa kepemimpinan. Menurutnya, pembinaan secara berkelanjutan sangat penting untuk membentuk karakter anak dan remaja agar memiliki integritas serta semangat melayani dengan tulus.
Suasana pembinaan berlangsung penuh kehangatan meskipun di tengah kegiatan terjadi pemadaman listrik. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta maupun pembina. Dengan memanfaatkan cahaya lilin sebagai penerangan, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan lancar. Momen tersebut justru menghadirkan pengalaman yang berkesan, mempererat kebersamaan, serta mengajarkan nilai kesederhanaan, ketekunan, dan semangat untuk tetap melayani dalam segala situasi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap remaja SEKAMI semakin memahami makna pelayanan yang sejati serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, Gereja, dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam membina generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, serta mampu menghadirkan nilai-nilai kasih dan pelayanan yang berdampak positif bagi kehidupan bersama.

