Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Berikan Penguatan Rohani bagi Warga Binaan Lapas Tanjung Gusta

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian (Bimroh) bagi warga binaan di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan No. 27 Tanjung Gusta, Kota Medan, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan iman, motivasi, serta semangat kepada para warga binaan agar mampu menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hadir dalam kegiatan tersebut Asima Manik, Mahla Tarigan, Sindar Purba, Daniel Malau Poltak Tampubolon beserta Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kota Medan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Asima Manik, dilanjutkan dengan pujian dan lagu-lagu rohani yang dibawakan secara penuh sukacita. Suasana ibadah yang hangat dan penuh kekeluargaan membuat para warga binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pujian dan penyembahan, peserta diajak untuk menenangkan hati serta memperkuat iman dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.

Dalam penyampaian materi, Sindar Purba mengajak seluruh warga binaan untuk memandang setiap ujian kehidupan sebagai kesempatan memperbaiki diri di hadapan Tuhan. Ia menegaskan bahwa kasih Tuhan tetap menyertai setiap orang yang mau bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. “Ujian yang Tuhan izinkan terjadi bukan untuk menghancurkan kita, melainkan sebagai wujud kasih-Nya agar kita meninggalkan kehidupan yang salah dan kembali kepada kehidupan yang benar sesuai kehendak Tuhan,” ujar Sindar Purba.

Selanjutnya, Daniel Malau Poltak Tampubolon memberikan penguatan agar para warga binaan mampu menerima proses hukum yang sedang dijalani dengan hati yang ikhlas dan tanpa menyimpan kebencian. Mereka mengingatkan bahwa pengampunan merupakan bagian penting dari kehidupan orang percaya. “Dalam menjalani hukuman, janganlah menyimpan dendam kepada siapa pun. Kita adalah anak-anak Tuhan yang sedang dibentuk dan diuji agar menjadi pribadi yang lebih baik serta memperoleh keselamatan dalam menjalani kehidupan,” ungkap Daniel Malau.

Menjelang akhir kegiatan, Mahla Tarigan kembali menghibur para peserta dengan membawakan lagu-lagu rohani yang membangkitkan semangat, menghadirkan ketenangan, serta memperkuat harapan. Suasana yang semula penuh keheningan berubah menjadi penuh damai dan sukacita. Para warga binaan mengikuti setiap lagu dengan khidmat, bahkan beberapa di antaranya turut bernyanyi bersama sebagai ungkapan syukur dan pengharapan kepada Tuhan.

Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal berharap warga binaan semakin bertumbuh dalam iman, memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelayanan Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan spiritual yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *