Safari Rohani Kemenag Medan Hadirkan Pengharapan dan Damai Sejahtera bagi Warga Binaan Rumah Perlindungan Sosial

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen kembali melaksanakan kegiatan Safari Rohani bagi warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkelanjutan guna memperkuat mental, moral, dan spiritual masyarakat, khususnya warga binaan yang tengah menjalani proses pemulihan dan pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.

Ibadah berlangsung dalam suasana penuh sukacita, damai, dan kekeluargaan. Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh antusias dan khidmat. Kehadiran para Penyuluh Agama Kristen di tengah warga binaan menjadi bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama dalam menghadirkan penguatan iman serta membangun optimisme bagi mereka yang sedang menata kembali masa depan.

Rangkaian ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Rohana Simamora, S.Th. Melalui lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama, seluruh peserta diajak mengarahkan hati kepada Tuhan, merasakan damai sejahtera-Nya, serta membuka diri untuk menerima firman yang akan disampaikan.

Firman Tuhan kemudian dibawakan oleh Yohana Sitompul, S.Th dengan mengangkat nats Yohanes 14:1–3 yang bertemakan pengharapan dan jaminan tempat yang telah disediakan Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dalam khotbahnya, Yohana mengajak seluruh warga binaan untuk tidak larut dalam rasa takut, kecewa, maupun putus asa, melainkan tetap berpegang teguh kepada janji Tuhan yang senantiasa menyertai setiap perjalanan hidup umat-Nya.

“Yesus berkata, ‘Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.’ Firman ini mengingatkan kita bahwa di tengah segala pergumulan hidup, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia telah menyediakan tempat bagi setiap orang yang tetap percaya dan berharap kepada-Nya. Karena itu, jangan menyerah dengan keadaan, tetapi bangkitlah dan hiduplah dalam iman kepada Kristus,” ujar Yohana.

Ia menambahkan bahwa kasih Tuhan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bertobat dan memulai kehidupan yang baru. Menurutnya, masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang, sebab Tuhan sanggup mengubah kehidupan siapa pun yang datang kepada-Nya dengan hati yang percaya dan berserah.

“Tidak ada kehidupan yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh Tuhan. Ketika kita menyerahkan hidup kepada Kristus, Dia memberikan kekuatan baru, pengharapan baru, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tetaplah percaya karena Tuhan bekerja dalam setiap proses kehidupan kita,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian ibadah, doa syafaat dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan bagi seluruh warga binaan, para petugas Rumah Perlindungan Sosial, keluarga peserta, bangsa dan negara, serta pelayanan Kementerian Agama agar senantiasa diberkati, diberikan hikmat, kesehatan, perlindungan, dan dipakai Tuhan menjadi saluran kasih bagi sesama.

Ibadah kemudian ditutup dengan doa berkat yang juga dipimpin oleh Mateus Brian Purba. Melalui doa tersebut dipohonkan agar damai sejahtera, kasih karunia, dan penyertaan Tuhan senantiasa menyertai seluruh peserta sehingga mereka mampu menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan, semangat baru, dan keyakinan untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Suasana haru dan penuh syukur terasa ketika salah seorang warga binaan menyampaikan kesaksiannya setelah mengikuti ibadah. Ia mengaku memperoleh kekuatan baru melalui firman Tuhan yang disampaikan dalam kegiatan Safari Rohani tersebut.

“Saya merasa lebih tenang dan memiliki harapan baru. Firman Tuhan hari ini mengingatkan saya bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan saya. Saya ingin memulai hidup yang lebih baik bersama Tuhan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Safari Rohani ini, Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan kehadiran para Penyuluh Agama Kristen mampu menjadi sarana penguatan iman, membangun karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan untuk bangkit dari masa lalu dan menatap masa depan dengan penuh pengharapan, karena bersama Tuhan selalu ada pemulihan, damai sejahtera, dan kehidupan yang lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *