Doa, Ikhtiar, dan Semangat Jadi Pesan Utama Penyuluh KUA Medan Sunggal di RS USU Medan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan dan pembinaan rohani (Bimroh) bagi pasien rawat inap di RS USU Medan, Jalan Dr. Mansyur No. 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, pada Senin (3/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi oleh Nurbaiti Lubis, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas. Tema yang diangkat adalah pentingnya memaksimalkan doa, ikhtiar, dan semangat sebagai bagian dari ikhtiar memperoleh kesembuhan.

Bimbingan rohani dilaksanakan dengan mengunjungi pasien dari satu ruangan ke ruangan lainnya, khususnya pasien yang beragama Islam. Selain memberikan motivasi dan penguatan spiritual, para penyuluh juga memimpin doa serta mengajak pasien dan keluarga agar tetap bersabar, bertawakal, dan tidak kehilangan harapan dalam menghadapi ujian sakit.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika penyuluh mengunjungi seorang pasien balita yang usianya belum genap satu tahun dan sedang menjalani perawatan akibat stunting atau kekurangan gizi. Kepada keluarga pasien, Paidi memberikan penguatan agar tetap optimis, terus berdoa kepada Allah SWT, serta berusaha memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai anjuran tenaga medis.

Paidi menegaskan bahwa doa harus berjalan seiring dengan ikhtiar yang maksimal. “Jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT, karena Dialah yang memberikan penyakit dan Dia pula yang memberikan kesembuhan. Sertai doa dengan ikhtiar terbaik, berikan anak makanan yang bergizi, patuhi anjuran dokter, dan tetap semangat. Insya Allah akan datang saatnya Allah SWT memberikan kesembuhan,” ujar Paidi.

Sementara itu, Nurbaiti Lubis mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam proses penyembuhan pasien. “Orang tua harus tetap tabah, sabar, dan selalu mendampingi anak dengan penuh kasih sayang. Awasi perkembangan kesehatannya, jangan lalai dalam memberikan obat sesuai jadwal, karena perhatian keluarga menjadi bagian penting dalam proses kesembuhan,” tutur Nurbaiti.

Kegiatan Bimroh ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Paidi, memohon agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani pengobatan. Ia juga berharap keluarga yang mendampingi senantiasa diberi kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan dalam merawat orang-orang yang mereka cintai.

Melalui kegiatan bimbingan rohani di RS USU Medan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal menegaskan bahwa proses penyembuhan memerlukan keseimbangan antara doa, ikhtiar, dan semangat. Penguatan spiritual yang diberikan diharapkan mampu menumbuhkan optimisme pasien dan keluarga, sehingga mereka tetap sabar, istiqamah, serta yakin akan rahmat dan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi setiap ujian.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *