Medan (Humas) – Dalam upaya memberikan penguatan mental dan spiritual kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Affan Sihite dan Supriyadi, melaksanakan bimbingan rohani (Bimroh) kepada keluarga pasien di RS Haji Sumatera Utara pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang bertujuan menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta membangun optimisme keluarga pasien dalam mendampingi anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan. Bimbingan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti keluarga pasien yang menyimak materi secara antusias.
Menurut Affan Sihite, keluarga pasien memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan semangat dan dukungan kepada orang yang sedang sakit. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memperkuat kesabaran dan doa sebagai bentuk ikhtiar batin yang berjalan seiring dengan ikhtiar melalui pengobatan medis.
“Sebagai keluarga pasien, jangan pernah lelah untuk bersabar dan berdoa. Yakinlah bahwa setiap doa yang dipanjatkan akan didengar oleh Allah SWT, dan setiap ujian yang diberikan pasti mengandung hikmah. Teruslah mendampingi keluarga dengan penuh kasih sayang, harapan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik,” ujar Affan Sihite.
Sementara itu, Supriyadi mengingatkan agar keluarga pasien tetap menjaga semangat, memperbanyak zikir, serta bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Ia menegaskan bahwa hati yang tenang dan penuh keyakinan akan menjadi kekuatan bagi keluarga maupun pasien dalam menghadapi masa-masa sulit.
“Kesabaran dan doa adalah kekuatan yang tidak boleh ditinggalkan. Iringi setiap usaha dengan zikir, tawakal, dan keyakinan kepada Allah SWT. Berikan semangat kepada pasien dengan kata-kata yang baik agar mereka merasa lebih kuat dan optimis dalam menjalani proses penyembuhan,” tutur Supriyadi.
Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan berharap keluarga pasien dapat terus menguatkan kesabaran, memperbanyak doa, dan memberikan dukungan moral maupun spiritual kepada anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh pasien segera diberikan kesembuhan, keluarga dianugerahi kekuatan dan keikhlasan, serta setiap ikhtiar yang dilakukan senantiasa memperoleh keberkahan dan ridha-Nya.

