Penyuluh Agama Kemenag Medan Bekali Jamaah dengan Empat Cara Mengatasi Kemiskinan dalam Islam

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang memberikan bekal bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh H. Abdullah Hakim kepada jamaah Majelis Taklim Al Khairiyah pada Selasa (4/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, jamaah dibekali materi “4 Cara Mengatasi Kemiskinan dalam Islam” sebagai pedoman untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan penuh keberkahan.

Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa Islam menawarkan solusi yang menyeluruh dalam mengatasi kemiskinan. Menurutnya, persoalan ekonomi tidak hanya diselesaikan melalui kerja keras, tetapi juga harus dibarengi dengan keimanan, kepedulian sosial, serta keyakinan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim perlu menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Ia menyampaikan bahwa terdapat empat cara yang diajarkan Islam untuk mengatasi kemiskinan, yaitu memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, bekerja keras serta mencari rezeki yang halal, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, serta senantiasa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT. Keempat langkah tersebut, menurutnya, saling melengkapi dalam membangun pribadi muslim yang tangguh dan berdaya. “Islam mengajarkan bahwa kemiskinan dapat dihadapi dengan memperkuat iman, berikhtiar melalui pekerjaan yang halal, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, serta senantiasa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT. Jika keempatnya dijalankan dengan sungguh-sungguh, insya Allah akan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih berkah,” ujar H. Abdullah Hakim.

Selain memberikan materi, H. Abdullah Hakim juga mengajak jamaah untuk menumbuhkan etos kerja, tidak mudah menyerah, serta menjadikan setiap usaha sebagai bagian dari ibadah. Ia mengingatkan bahwa rezeki yang halal akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan. Di sisi lain, kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen penting dalam membantu sesama sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

Penyuluhan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Jamaah mengikuti setiap sesi dengan antusias serta memanfaatkan kesempatan berdiskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam mengelola ekonomi keluarga. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya semangat jamaah untuk mengamalkan ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan layanan bimbingan dan penyuluhan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pembekalan yang diberikan diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki bekal spiritual yang kuat, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan ikhtiar, kepedulian, dan tawakal kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *