KKG Guru Pendidikan Agama Katolik Medan Awali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan Penguatan Digitalisasi Pembelajaran

Medan (Humas) Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar Kota Medan mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar pertemuan pembuka pada Jumat (31/07/2026) pukul 14.00–17.00 WIB di Pendopo Gereja St. Yosep, Jalan Dr. Mansur, Medan. Kegiatan ini dibina oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar Kota Medan, Sumadi Ginting, S.Ag., dan dihadiri oleh Penyelenggara Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP.

Pertemuan diikuti oleh 17 guru Pendidikan Agama Katolik tingkat sekolah dasar yang terdiri atas guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kota Medan serta guru dari yayasan Katolik dan yayasan swasta nasional di Kota Medan. KKG ini berada di bawah pembinaan Sumadi Ginting yang membina 22 guru Pendidikan Agama Katolik di delapan kecamatan di Kota Medan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi guru dalam menyongsong tahun ajaran baru.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat sebagai ungkapan syukur memasuki tahun ajaran baru, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penyusunan program kerja KKG selama satu semester ke depan. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kegiatan KKG akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat kedua setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di sekolah-sekolah anggota sebagai wadah berbagi pengalaman, praktik baik, dan pengembangan profesional guru.

Pada sesi pembinaan, Sumadi Ginting memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan Generator Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar yang dirancang untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Deep Learning. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran secara lebih cepat, sistematis, serta sesuai dengan ketentuan kurikulum. Generator itu dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bahan uji coba dan akan terus disempurnakan melalui evaluasi bersama pada pertemuan KKG berikutnya. “Pemanfaatan teknologi harus menjadi sarana untuk memudahkan guru dalam berkarya sehingga lebih banyak waktu dapat difokuskan pada pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Sumadi Ginting.

Sementara itu, Penyelenggara Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, memberikan apresiasi atas semangat para guru dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan pendidikan. Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan guru dalam pelayanan di paroki, kesiapan menghadapi sistem pemberkasan digital, khususnya administrasi Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta kedisiplinan dalam penyampaian dokumen administrasi. “Guru Pendidikan Agama Katolik diharapkan terus meningkatkan kompetensi, aktif melayani di paroki, serta siap menghadapi transformasi digital dalam administrasi dan pelayanan pendidikan,” tegas Pinta.

Melalui pertemuan ini, KKG Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar Kota Medan diharapkan semakin memperkuat sinergi antaranggota, meningkatkan kompetensi profesional, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Semangat kolaborasi dan inovasi yang dibangun melalui KKG diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang lebih berkualitas, kreatif, dan berpusat pada peserta didik demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *