Tingkatkan Kualitas Bacaan Alquran, KUA Medan Amplas Gelar Pembinaan Makharijul Huruf bagi Majelis Taklim

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus berkomitmen menghadirkan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang berkualitas melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Alqurān secara berkelanjutan, salah satunya Program Tahsin Alqurān yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa pukul 14.00 WIB. Program ini menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Medan Amplas dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Alqurān secara baik, benar, fasih, dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., mengarahkan seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk senantiasa memberikan pelayanan yang prima, profesional, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan administratif, tetapi juga harus hadir dalam bentuk pendampingan dan edukasi yang dibutuhkan masyarakat. “Kami terus mendorong seluruh jajaran KUA, khususnya para penyuluh agama, agar aktif memberikan bimbingan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pembinaan Alqurān seperti tahsin ini merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat,” ujarnya.

Pada Selasa, 11 Agustus 2026 M bertepatan dengan 15 Safar 1448 H, kegiatan Tahsin Alqurān kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Sulfi Rahmi, M.A., dan Harun Arrasyid, Lc. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu muslimat yang berasal dari berbagai majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam meningkatkan kemampuan membaca Alqurān sekaligus memperkuat semangat belajar sepanjang hayat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dra. Imaniyah, M.H., salah seorang tokoh muslimah Kecamatan Medan Amplas yang selama ini aktif menggerakkan berbagai kegiatan pembinaan majelis taklim. Kehadirannya turut memperkuat sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat dalam membangun budaya belajar Alqurān secara berkesinambungan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kegiatan pembinaan tidak hanya berlangsung secara rutin, tetapi juga mampu membangun motivasi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Pada pertemuan kali ini, materi pembinaan difokuskan pada Makharijul Huruf, yaitu ilmu yang mempelajari tempat keluarnya setiap huruf hijaiyah ketika diucapkan. Materi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membaca Alqurān karena ketepatan makhraj berpengaruh terhadap kejelasan pelafalan setiap huruf dan dapat membantu menjaga makna ayat yang dibaca. Para penyuluh menjelaskan pengertian makharijul huruf, pembagian tempat keluarnya huruf hijaiyah, serta teknik pengucapan yang tepat dengan disertai contoh secara langsung agar peserta lebih mudah memahami materi.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Sulfi Rahmi, M.A., menjelaskan bahwa penguasaan makharijul huruf perlu mendapatkan perhatian karena terdapat sejumlah huruf hijaiyah yang memiliki kemiripan dalam pengucapan. “Makharijul huruf merupakan dasar yang sangat penting dalam membaca Alqurān. Ketika tempat keluarnya huruf sudah tepat, insyaallah bacaan akan menjadi lebih jelas dan peserta akan lebih mudah memahami serta menerapkan hukum-hukum tajwid pada tahap pembelajaran berikutnya,” jelasnya.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik membaca ayat-ayat Alqurān secara bergiliran. Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk membaca, sementara penyuluh memberikan bimbingan, koreksi, dan arahan terhadap pengucapan huruf yang masih perlu diperbaiki. Metode praktik langsung tersebut membuat peserta dapat mengetahui kesalahan bacaan secara lebih spesifik dan memperoleh kesempatan untuk segera memperbaikinya dengan bimbingan penyuluh.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan pembelajaran serta tidak ragu mengajukan pertanyaan mengenai pengucapan huruf-huruf tertentu yang selama ini masih dianggap sulit. Pendekatan yang komunikatif dan praktik secara langsung membuat kegiatan tahsin tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam membaca Alqurān.

Harun Arrasyid mengatakan bahwa pembinaan tahsin perlu dilakukan secara konsisten karena kemampuan membaca Alqurān yang baik membutuhkan proses, latihan, dan pendampingan secara berkelanjutan. “Kita ingin para peserta tidak hanya mengetahui teori makharijul huruf, tetapi juga mampu menerapkannya ketika membaca Alqurān. Karena itu, latihan membaca secara langsung menjadi bagian penting dalam setiap pertemuan agar kesalahan pelafalan dapat dikoreksi dan diperbaiki secara bertahap,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan membaca Alqurān dengan baik merupakan bagian dari upaya memuliakan dan menjaga bacaan kalam Allah Ta’ālā. Penguasaan makharijul huruf menjadi langkah awal yang penting sebelum peserta mendalami berbagai hukum tajwid secara lebih rinci. Dengan bacaan yang tepat, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam beribadah sekaligus semakin dekat dengan Alqurān sebagai pedoman kehidupan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kesempatan untuk terus belajar dan mendalami Alqurān. Para peserta kemudian melaksanakan shalat Ashar berjamaah sebagai bagian dari penutup kegiatan pembinaan rutin tersebut. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap budaya belajar Alqurān di tengah masyarakat semakin tumbuh dan berkembang.

Program Tahsin Alqurān tersebut menjadi salah satu wujud nyata kehadiran KUA Kecamatan Medan Amplas dalam memberikan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang berkualitas, inspiratif, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui peran aktif para penyuluh agama, KUA terus mendorong lahirnya masyarakat yang mencintai Alqurān, memiliki kemampuan membaca yang baik, serta memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan senantiasa menjadikan Alqurān sebagai pedoman kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *