Penyuluh KUA Medan Amplas Perkuat Pendampingan Spiritual Pasien ICU RS Mitra Sejati

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang prima dan berdampak melalui pendampingan spiritual kepada masyarakat, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, tetapi juga mampu hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendampingan spiritual menjadi salah satu bentuk pelayanan humanis yang diharapkan dapat memberikan penguatan mental dan keagamaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kehidupan.

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, pada Selasa (11/8/2026), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., Harun Arrasyid, Lc., dan Nurbaiti melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) di Rumah Sakit Mitra Sejati. Kegiatan dilakukan dengan mengunjungi pasien yang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 3 dan lantai 4. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar KUA Medan Amplas untuk memberikan penguatan spiritual kepada pasien dan keluarga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan kesabaran, ketabahan, dan dukungan dari orang-orang terdekat.

Dalam kunjungan tersebut, para penyuluh memberikan bimbingan dengan pendekatan humanis dan penuh empati. Pasien maupun keluarga diajak untuk tetap menjaga harapan, memperkuat doa, dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ālā di tengah proses perawatan yang sedang dijalani. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memberikan ruang bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh ketenangan batin sekaligus merasakan perhatian dan kepedulian dari layanan keagamaan KUA Kecamatan Medan Amplas.

Di sela-sela kunjungan ke ruang ICU, para penyuluh juga mengingatkan keluarga pasien agar terus memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan. Waktu kunjungan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan semangat, perhatian, dan kata-kata yang menenangkan agar pasien tetap memiliki motivasi dalam menjalani proses pengobatan. Dukungan keluarga dinilai memiliki arti penting dalam membantu pasien menghadapi kondisi kesehatan yang sedang dialaminya dengan lebih tenang dan sabar.

Para penyuluh menjelaskan bahwa ikhtiar untuk memperoleh kesembuhan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan medis, tetapi juga dapat diperkuat dengan pendekatan spiritual sesuai dengan tuntunan agama. Doa, zikir, dan munajat kepada Allah Ta’ālā menjadi bagian dari upaya membangun ketenangan batin serta menjaga harapan selama menjalani perawatan. “Ikhtiar medis tetap menjadi bagian utama dalam proses pengobatan, sementara doa dan penguatan spiritual menjadi pendamping agar pasien dan keluarga memiliki ketenangan hati, kesabaran, serta harapan kepada Allah Ta’ālā,” ungkap salah seorang penyuluh dalam kegiatan tersebut.

Pendampingan spiritual tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan penanganan medis, melainkan menjadi bagian yang melengkapi ikhtiar pasien dan keluarga. Para penyuluh mengingatkan agar setiap langkah tetap dilakukan secara bijaksana dengan mengikuti kebutuhan dan kondisi pasien serta arahan tenaga kesehatan. Dengan keseimbangan antara ikhtiar medis dan penguatan spiritual, pasien diharapkan mampu menjalani proses perawatan dengan lebih tenang dan optimistis.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., mengatakan bahwa keberadaan penyuluh agama di rumah sakit merupakan salah satu bentuk pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi sulit, termasuk saat sakit, penyuluh agama harus mampu hadir memberikan penguatan. Kita ingin pelayanan KUA tidak hanya dirasakan di kantor atau majelis taklim, tetapi juga hadir di ruang-ruang kehidupan masyarakat yang membutuhkan pendampingan, dengan tetap menghormati proses dan penanganan medis,” ujarnya.

Kepada pasien, tim Bimroh menyampaikan pesan agar senantiasa memperbanyak kesabaran dalam menghadapi ujian sakit. Pasien juga diajak untuk memperkuat doa, bertawakal dengan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah Ta’ālā setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, serta senantiasa memelihara husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah. Sikap tawakal tersebut ditekankan bukan sebagai bentuk menyerah tanpa usaha, melainkan sikap berserah diri kepada Allah setelah segala ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Selain memberikan penguatan mental dan spiritual, para penyuluh juga mengingatkan pasien agar tetap berusaha menegakkan salat meskipun berada dalam kondisi sakit. Pelaksanaan salat dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan pasien sebagaimana kemudahan yang diberikan dalam syariat Islam. Bimbingan tersebut diharapkan membantu pasien tetap menjaga hubungan spiritual dengan Allah Ta’ālā selama menjalani proses perawatan, sehingga salat, doa, dan tawakal menjadi sarana untuk menjaga keteguhan hati sekaligus menumbuhkan harapan di tengah ujian kesehatan.

Kegiatan Bimroh berlangsung dalam suasana penuh kepedulian dan kekeluargaan. Para penyuluh berupaya membangun komunikasi yang lembut dan menyesuaikan penyampaian dengan kondisi masing-masing pasien serta keluarga yang ditemui. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pendampingan spiritual dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pada akhir kunjungan, seluruh rangkaian Bimroh ditutup dengan doa bersama. Para penyuluh memohon kepada Allah Ta’ālā agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, diberikan kekuatan dan kesabaran, serta dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat. Doa juga dipanjatkan bagi keluarga pasien agar diberikan ketabahan, kesehatan, dan kekuatan dalam mendampingi anggota keluarga selama menjalani proses pengobatan.

Melalui kegiatan Bimroh di RS Mitra Sejati tersebut, KUA Kecamatan Medan Amplas kembali menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan dapat hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat. Pendampingan kepada pasien menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan yang humanis sekaligus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk ketika berada dalam kondisi sakit. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen KUA Medan Amplas untuk terus menghadirkan pelayanan dan bimbingan yang prima, menyentuh kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak nyata sebagaimana arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *