Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan agama di Majelis Taklim (MT) Istiqomah yang beralamat di Jalan Mega Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (18/8/2026). Kegiatan pengajian tersebut mengangkat tema dakwah “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Menuju Ketaatan kepada Allah SWT”.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua MT Istiqomah Ummi Icut yang menyampaikan susunan acara dari awal hingga akhir. Selanjutnya, jamaah bersama-sama membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, Surah Yasin, serta tahtim singkat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal Paidi.
Dalam tausiyahnya, Paidi menyampaikan bahwa hakikat kemerdekaan sejati bagi seorang muslim bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang berada dalam koridor ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan kemaksiatan atau mengikuti hawa nafsu, sebab kebebasan mutlak tanpa aturan dapat menjerumuskan manusia. “Islam datang untuk memerdekakan manusia dari penyembahan kepada sesama makhluk menuju penyembahan hanya kepada Allah SWT,” ujar Paidi mengutip semangat dakwah Rib’i bin Amir.
Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa kemerdekaan harus menjadi jalan menuju peningkatan ketakwaan. Kemerdekaan fisik dari penjajahan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri dengan cara menggunakannya untuk beribadah, membangun bangsa, dan memberikan manfaat kepada sesama. “Cara terbaik mengisi kemerdekaan adalah dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, karena bangsa yang kuat dan berkah lahir dari masyarakat yang taat kepada agama dan menjunjung aturan yang adil,” ungkapnya.
Paidi juga menyampaikan tiga langkah menuju ketaatan setelah merasakan nikmat kemerdekaan. Pertama, memerdekakan pikiran dengan membersihkan hati dari penyakit seperti syirik, kesombongan, dan kemalasan. Kedua, menaati syariat dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Ketiga, memberikan kontribusi nyata dengan memanfaatkan waktu, tenaga, dan harta untuk membantu sesama serta ikut membangun Indonesia.
Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari belenggu hawa nafsu dan penghambaan kepada selain Allah SWT. Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin bersyukur, meningkatkan ketakwaan, serta menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dengan ketaatan kepada Allah SWT, kemerdekaan akan menjadi nikmat yang membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.(Paidi).

