Guru MTsN 3 Medan Muhammad Yamin Raih Juara 2 Video Challenge GTK Madrasah 2026

Medan (Humas) – Muhammad Yamin, S.Pd., guru MTsN 3 Medan yang juga mengajar di MTsN Tebing Tinggi dan MAN 1 Medan, berhasil meraih Juara 2 Video Challenge GTK Madrasah 2026 tingkat nasional. Ajang ini diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kompetisi tersebut mengusung tema “Merdeka Berkarya, Menginspirasi Madrasah” dan diikuti oleh guru serta tenaga kependidikan madrasah dari seluruh Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, guru MTsN 3 Medan ini memilih subtema “Pesan Kemerdekaan” dengan judul video “Apakah Kita Sudah Merdeka? (Pesan Guru Madrasah)”. Ide tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih. Menurutnya, kemajuan teknologi yang tidak diiringi sikap bijak dapat membuat sebagian generasi muda terlena, kehilangan semangat berjuang, serta semakin bergantung pada teknologi dan enggan mengerjakan sesuatu secara mandiri. Proses pembuatan video dimulai dari penyusunan ide dan alur cerita, proses produksi hingga penyelesaian video dan pengiriman karya yang berlangsung pada 28 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Hasil kompetisi diumumkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan perwakilan MTsN 3 Medan tersebut berhasil menempati posisi Juara 2. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Keikutsertaannya dalam ajang nasional ini merupakan salah satu usaha untuk terus berkarya sekaligus memberikan pesan positif bagi dunia pendidikan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang bisa meraih Juara 2. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya, terutama berkat dukungan dan doa dari berbagai pihak, keluarga, kepala madrasah, teman-teman, dan para siswa,” ungkapnya.

Kepala MTsN 3 Medan, H. Anas, S.Ag., M.Pd.I., turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 3 Medan karena menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya dapat diraih oleh peserta didik, tetapi juga oleh guru. “Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih. Selama ini kita selalu bersyukur dan bangga ketika siswa-siswi MTsN 3 Medan meraih prestasi. Namun, guru juga mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa guru dan murid sama-sama memiliki potensi untuk berprestasi dan mengharumkan nama MTsN 3 Medan,” ujar H. Anas.

Lebih lanjut, H. Anas berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru dan siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi masing-masing. Menurutnya, keberhasilan guru dalam meraih prestasi juga menjadi contoh bagi peserta didik bahwa semangat berprestasi harus dimiliki seluruh warga madrasah. “Prestasi ini hendaknya menjadi penyemangat bagi kita semua. Bukan hanya siswa yang harus berprestasi, tetapi guru juga harus terus berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan demikian, guru dan siswa dapat bersama-sama membanggakan serta mengharumkan nama MTsN 3 Medan,” tambahnya.

Melalui video “Apakah Kita Sudah Merdeka?”, ia ingin mengajak generasi muda untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai bebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga sebagai kemampuan untuk berpikir, berkarya, berusaha, dan bertanggung jawab secara mandiri. Ketergantungan terhadap teknologi tanpa mawas diri, menurutnya, dapat menjadi bentuk “penjajahan teknologi” di era modern. Prestasi Juara 2 tingkat nasional ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar MTsN 3 Medan untuk terus menumbuhkan budaya berprestasi, sehingga guru dan siswa dapat bersama-sama mengharumkan nama madrasah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *