Merawat Jiwa di Bulan Kemerdekaan, Penyuluh KUA Medan Sunggal Dampingi Pasien Rehabilitasi Medan Plus

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal Paidi, S.Ag memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien rehabilitasi Yayasan Medan Plus yang beralamat di Jalan Bunga Wijaya Kusuma Nomor 108 Pasar 4, Kelurahan Tanjungsari, Kota Medan, pada Rabu 19 Agustus 2026. Adapun pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya merawat jiwa di bulan kemerdekaan dengan membangun ketenangan hati, rasa syukur, serta semangat untuk memperbaiki diri.

Bimbingan dan penyuluhan diberikan kepada pasien yang beragama Islam, sementara pasien yang beragama Kristiani mendapatkan pelayanan rohani dari penyuluh agama Kristen. Kegiatan diawali dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan suasana penuh hikmat, damai, dan menenangkan hati para peserta. Paidi menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memerdekakan diri dari belenggu pikiran negatif dan tekanan batin.

“Merawat jiwa di bulan kemerdekaan dapat dilakukan dengan merefleksikan arti kebebasan batin, melepaskan beban mental, serta menumbuhkan rasa syukur. Momen perayaan kemerdekaan ini adalah waktu yang tepat untuk memerdekakan diri dari stres, kebiasaan buruk, dan emosi negatif,” ujar Paidi.

Paidi menjelaskan beberapa cara untuk merawat jiwa di bulan kemerdekaan. Pertama, merdeka dari ekspektasi dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai menghargai proses diri sendiri. Kedua, melakukan refleksi perjuangan diri dengan menghargai setiap pencapaian kecil yang telah diraih. Ketiga, melakukan detox digital dengan membatasi penggunaan layar agar terhindar dari kecemasan akibat informasi negatif. Keempat, membiasakan diri bersyukur atas nikmat kehidupan yang Allah berikan.

Selain itu, Paidi juga mengajak pasien rehabilitasi untuk melakukan aksi sosial seperti kerja bakti, gotong royong, dan berbagi dengan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian yang dapat menghadirkan kebahagiaan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi konten positif seperti menonton film sejarah perjuangan bangsa atau mendengarkan lagu-lagu nasional yang dapat membangkitkan semangat kemerdekaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu nasional dan kebangsaan yang membuat suasana semakin meriah serta memberikan hiburan bagi para pasien rehabilitasi Medan Plus. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar para pasien diberikan kekuatan, keteguhan hati, dan kemudahan dalam menjalani proses pemulihan. Melalui kegiatan ini, Penyuluh KUA Medan Sunggal terus menghadirkan pendampingan rohani sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat menemukan kembali harapan dan semangat hidup.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *