Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperluas jangkauan pembinaan keagamaan melalui sinergi dengan media penyiaran. Kolaborasi bersama RRI Pro4 FM Medan dimanfaatkan sebagai ruang bagi Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan untuk menyampaikan tausyiah kepada masyarakat melalui program Mutiara Sore yang disiarkan setiap hari pukul 17.30 WIB. Kamis (20/8/2026). Materi tausyiah disiapkan oleh masing-masing penyuluh dalam bentuk rekaman, kemudian diserahkan kepada pihak RRI Pro4 FM Medan untuk disiarkan kepada pendengar. Kehadiran penyuluh melalui media radio menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai tempat.
Ketua Koordinator Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Hj. Nunung Ismayanti, MA, mengatakan kerja sama tersebut memberikan ruang yang positif bagi para penyuluh untuk mengembangkan metode pembinaan melalui media massa. Menurutnya, penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk terus mencari ruang dan cara yang efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan sesuai dengan perkembangan pola komunikasi masyarakat. “Saya mengajak seluruh Penyuluh Agama yang ingin bergabung untuk bersama-sama mengisi tausyiah di RRI Pro4 FM Medan, tanpa terkecuali, karena ini merupakan ruang kita untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Nunung Ismayanti. Ia menilai keterlibatan semakin banyak penyuluh akan memperkaya tema tausyiah dan menghadirkan perspektif yang beragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Nunung menjelaskan bahwa penyampaian tausyiah melalui radio juga memiliki keunggulan karena dapat menjangkau masyarakat yang tidak selalu memiliki kesempatan mengikuti pembinaan secara tatap muka. Melalui siaran radio, pesan keagamaan dapat didengarkan masyarakat ketika sedang berada di rumah, dalam perjalanan, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, para penyuluh didorong untuk menyusun materi yang komunikatif, mudah dipahami, serta berkaitan dengan persoalan kehidupan sehari-hari. “Kita ingin penyuluh tidak hanya hadir dalam kegiatan tatap muka, tetapi juga mampu memanfaatkan media untuk menyampaikan tausyiah sehingga jangkauan pembinaan kita menjadi lebih luas,” katanya.
Sejumlah Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan telah aktif memberikan kontribusi dalam program Mutiara Sore. Mereka antara lain H. Marasakti Bangunan dari Medan Labuhan, Suriadi dari Medan Tembung, Paidi dari Medan Sunggal, dan Sugianto dari Medan Selayang. Selain itu, Ahmadi dari Medan Marelan, Surya Hafni dari Tembung, Dewi Anggraini dari Medan Amplas, serta Juli dan Nurjanah dari Medan Timur turut berpartisipasi dengan menyiapkan materi tausyiah dalam bentuk rekaman. Keterlibatan para penyuluh dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan adanya semangat bersama untuk memperluas pelayanan keagamaan sekaligus memanfaatkan teknologi dan media sebagai sarana pembinaan umat.
Dalam pelaksanaannya, setiap penyuluh menyiapkan materi tausyiah yang kemudian direkam dan disampaikan kepada RRI Pro4 FM Medan untuk masuk dalam program siaran. Materi yang disampaikan mengangkat berbagai pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari penguatan iman, pembentukan akhlak, kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Dengan format rekaman, para penyuluh dapat mempersiapkan materi secara lebih terarah sehingga pesan yang disampaikan tetap memiliki substansi yang kuat dan mudah diterima oleh pendengar. “Media radio memberi kita kesempatan untuk hadir di tengah masyarakat dengan cara yang berbeda. Semoga setiap tausyiah yang disampaikan dapat menjadi pengingat dan memberikan penguatan bagi pendengar dalam menjalani kehidupan,” ungkap Nunung.
Program Mutiara Sore juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan peran Penyuluh Agama Kemenag Kota Medan dengan media penyiaran dalam menghadirkan konten keagamaan yang edukatif. Siaran yang hadir setiap hari pukul 17.30 WIB memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pesan-pesan keagamaan secara rutin tanpa harus datang langsung ke lokasi pembinaan. Menurut Nunung, konsistensi penyampaian materi menjadi hal penting agar pembinaan melalui media dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. “Semoga apa yang disampaikan para penyuluh melalui Mutiara Sore dapat menjadi bekal, pengingat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang mendengarkan,” ujarnya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari sinergi tersebut terus didorong sebagai salah satu bentuk inovasi pelayanan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan. Kehadiran penyuluh melalui RRI Pro4 FM Medan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi tanpa meninggalkan substansi dan nilai-nilai yang ingin disampaikan. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Kemenag Kota Medan dan RRI Pro4 FM Medan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi penyuluh untuk berkontribusi dalam memberikan edukasi keagamaan. Dengan semakin banyaknya penyuluh yang terlibat, pesan-pesan keagamaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi ini, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong Penyuluh Agama Islam untuk adaptif terhadap perkembangan media dan pola komunikasi masyarakat. Pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pertemuan langsung, tetapi juga dapat dikembangkan melalui media radio sebagai sarana penyampaian pesan yang mudah diakses. Ke depan, keterlibatan aktif para penyuluh dalam program Mutiara Sore diharapkan semakin konsisten dan menghadirkan materi yang beragam, edukatif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, sinergi Kemenag Medan dan RRI Pro4 FM Medan dapat terus menjadi jembatan dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.

