Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah terus menghadirkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat melalui kegiatan bimbingan rohani. Bimbingan tersebut dilaksanakan oleh Komala Dewi, M.E. dan Nurlely, M.Sos., kepada para pasien LRPPN, Rabu (19/8/2026), dengan mengangkat tema “Amalan yang Ringan Dilaksanakan, tetapi Berat Pahalanya”. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan motivasi, penguatan spiritual, serta mengajak para pasien memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan amal kebaikan. Melalui pembinaan tersebut, para pasien diharapkan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam penyampaian materinya, Komala Dewi menjelaskan bahwa Islam memberikan banyak kesempatan kepada setiap umat untuk memperoleh pahala melalui berbagai amalan sederhana. Menurutnya, amalan yang bernilai besar tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk yang berat, karena perbuatan sederhana yang dilakukan dengan niat ikhlas dan konsisten juga memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Ia mengajak para pasien untuk tidak memandang remeh kebaikan sekecil apa pun, karena setiap perbuatan baik memiliki nilai ketika dilakukan dengan ketulusan. “Jangan meremehkan amal yang terlihat kecil. Tersenyum, mengucapkan salam, berzikir, membantu orang lain, serta berkata baik merupakan amalan ringan yang dapat menjadi berat timbangannya di sisi Allah apabila dilakukan dengan ikhlas,” ujar Komala Dewi.
Komala Dewi juga mengingatkan bahwa kesempatan berbuat baik dapat hadir dalam berbagai keadaan dan tidak selalu membutuhkan kemampuan yang besar. Menurutnya, menjaga ucapan, menghormati orang lain, membantu sesama sesuai kemampuan, serta membiasakan diri mengingat Allah merupakan bentuk amal yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana tersebut apabila dilakukan secara terus-menerus dapat membentuk karakter positif dan menjadi bagian dari proses memperbaiki diri. “Kebaikan tidak harus menunggu kita memiliki banyak hal. Apa yang bisa kita lakukan hari ini, meskipun sederhana, hendaknya dilakukan dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan,” katanya.
Sementara itu, Nurlely mengajak para pasien untuk memperbanyak zikir dan istighfar sebagai amalan yang mudah dilakukan kapan saja dan dalam kondisi apa pun. Ia menyampaikan bahwa setiap keadaan yang sedang dihadapi dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain zikir dan istighfar, para pasien juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, bershalawat, berdoa, serta menjaga perkataan agar tetap menghadirkan kebaikan. “Selama kita masih diberi kesempatan hidup, jangan berhenti berbuat baik. Perbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bershalawat, berdoa, dan menjaga ucapan. Amalan tersebut ringan di lisan, tetapi dapat menjadi sangat berat dalam timbangan amal kebaikan,” tutur Nurlely.
Lebih lanjut, Nurlely menekankan pentingnya keikhlasan dan istiqamah dalam menjalankan setiap amal kebaikan. Menurutnya, membiasakan diri melakukan amalan sederhana secara rutin akan lebih mudah membentuk kebiasaan positif dibandingkan hanya melakukan kebaikan sesekali. Ia mengajak para pasien untuk tidak merasa kecil hati dengan kondisi yang sedang dihadapi, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kehidupan. “Yang terpenting bukan seberapa besar amalan yang kita lakukan, tetapi bagaimana kita menjaga keikhlasan dan terus berusaha melakukannya. Sedikit tetapi istiqamah akan menjadi kebiasaan baik yang membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Para pasien LRPPN mengikuti kegiatan bimbingan dengan penuh perhatian dan antusias. Materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berbuat baik dan memperbaiki diri dalam keadaan apa pun. PAI KUA Medan Petisah juga mendorong para pasien untuk membangun kebiasaan positif melalui amalan yang mudah dilakukan, sehingga pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bimbingan keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan dan penguatan spiritual bagi para pasien LRPPN selama menjalani proses kehidupan. Melalui pesan tentang amalan ringan dengan pahala besar, para pasien diajak untuk terus menumbuhkan harapan, memperkuat keimanan, dan tidak berhenti melakukan kebaikan. Kementerian Agama Kota Medan melalui PAI KUA Kecamatan Medan Petisah akan terus mendorong pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan membiasakan amal-amal sederhana secara ikhlas dan istiqamah, diharapkan para pasien semakin dekat kepada Allah SWT dan memperoleh keberkahan dalam kehidupan.

