Medan (Humas MAN 3 Medan) – Sebanyak 35 muballigh dan muballighah dari kalangan siswa tampil menyampaikan ceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Jumat (28/8/2026). Mereka secara serentak menyampaikan ceramah di 35 titik yang tersebar di lingkungan MAN 3 Medan, terdiri atas 34 ruang kelas dan satu ruang guru.
Ke-35 muballigh dan muballighah tersebut merupakan siswa MAN 3 Medan yang memiliki kemampuan dalam berceramah dan menyampaikan materi keagamaan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan melibatkan siswa secara langsung.
Menariknya, para muballigh dan muballighah tersebut tidak menyampaikan ceramah di kelas mereka sendiri. MAN 3 Medan menerapkan pola ceramah silang antarkelas. Siswa kelas X ditugaskan menyampaikan ceramah di kelas XI, siswa kelas XI berceramah di kelas XII, sedangkan siswa kelas XII menyampaikan ceramah di kelas X.
Pola tersebut memberikan kesempatan kepada para muballigh dan muballighah untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan kepada siswa dari tingkat kelas yang berbeda. Di sisi lain, para siswa yang menjadi pendengar juga mendapatkan pengalaman menyimak ceramah dari teman-teman mereka. Dalam ceramahnya, ke-35 muballigh dan muballighah menyampaikan materi tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran, kehidupan sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, hingga perjalanan dakwah beliau selama masa kenabian. Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman siswa tentang kehidupan, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW.
Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan 35 siswa sebagai muballigh dan muballighah merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki kemampuan dalam berceramah untuk tampil dan menyampaikan materi keagamaan kepada teman-temannya. Ini sekaligus menjadi proses pembelajaran dan pengembangan potensi siswa,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, keterlibatan siswa sebagai muballigh dan muballighah tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami lebih dalam materi yang disampaikan. Dengan mempersiapkan dan menyampaikan ceramah, siswa diharapkan dapat semakin mengenal sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW serta memahami nilai-nilai keteladanan yang terkandung di dalamnya.
“Yang paling penting, kegiatan ini bukan sekadar melatih siswa untuk berbicara di depan orang lain. Mereka juga harus memahami apa yang disampaikan, sehingga nilai-nilai kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” lanjutnya.
Pelaksanaan ceramah di 35 titik juga dirancang agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih fokus. Setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh muballigh atau muballighah dari tingkat kelas yang berbeda. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 3 Medan tidak hanya menempatkan siswa sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku utama kegiatan. Para siswa diberi kepercayaan untuk mengambil peran dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada sesama siswa.
Melalui kehadiran 35 muballigh dan muballighah siswa tersebut, MAN 3 Medan berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan semangat berdakwah di kalangan siswa. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pengembangan potensi siswa di madrasah.

