Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Sampaikan tentang Menjaga Kehormatan Diri

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, Nita Lamongga, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada siswa SMK 13 Medan, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjaga Kehormatan Diri” sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter kepada generasi muda. Melalui materi yang disampaikan, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga sikap, perilaku, pergaulan, serta membuat pilihan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Nita Lamongga menjelaskan bahwa menjaga kehormatan diri merupakan bagian penting dari pembentukan pribadi yang berakhlak dan memiliki prinsip. Kehormatan diri tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang dipandang oleh orang lain, tetapi juga tercermin dari kemampuan menjaga sikap, ucapan, perilaku, dan keputusan yang diambil. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai agama agar mampu menentukan pilihan yang baik di tengah berbagai pengaruh lingkungan.

“Menjaga kehormatan diri dimulai dari bagaimana kita menghargai diri sendiri. Ketika kita mampu menjaga sikap, ucapan, pergaulan, dan pilihan dalam kehidupan sehari-hari, kita sedang menunjukkan bahwa kita memiliki nilai dan prinsip yang harus dijaga,” ujar Nita.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah terbawa oleh lingkungan pertemanan. Menurutnya, teman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pola pikir, kebiasaan, sikap, bahkan arah kehidupan seseorang. Karena itu, siswa perlu selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat membawa kepada perilaku negatif.

“Teman yang baik akan mengajak kita kepada kebaikan dan membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, jangan takut untuk memilih pergaulan yang sehat. Berani menjaga diri dan mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah merupakan bentuk keberanian, bukan kelemahan,” jelasnya.

Selain lingkungan pergaulan, Nita juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, kemudahan dalam mengakses dan membagikan berbagai informasi harus diiringi dengan kemampuan untuk bersikap bijak dan bertanggung jawab. Setiap unggahan, komentar, foto, maupun video yang dibagikan di ruang digital perlu dipertimbangkan karena dapat meninggalkan jejak digital dan berpotensi memberikan dampak bagi kehidupan seseorang di kemudian hari.

“Media sosial adalah bagian dari kehidupan kita saat ini, tetapi jangan sampai media sosial menentukan harga diri kita. Tidak semua tren harus diikuti dan tidak semua hal harus dibagikan. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif, membangun prestasi, menambah pengetahuan, dan menunjukkan potensi diri,” pesannya.

Lebih lanjut, Nita mengajak para siswa untuk membangun kehormatan diri melalui prestasi dan kegiatan positif. Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu yang tepat bagi generasi muda untuk mengenali potensi, mengembangkan bakat, serta membangun kebiasaan baik yang akan menjadi bekal pada masa depan. Kepercayaan diri juga perlu dibangun berdasarkan kemampuan dan karakter, bukan semata-mata dari pengakuan atau penilaian orang lain.

“Jangan mencari pengakuan dengan melakukan sesuatu yang justru merendahkan diri sendiri. Bangun kepercayaan diri melalui prestasi, akhlak, keterampilan, dan hal-hal positif. Jadilah generasi yang mampu menjaga diri, karena ketika kita bisa menghargai dan menjaga kehormatan diri, kita juga akan lebih mampu menghargai orang lain,” ungkap Nita.

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan berlangsung dalam suasana yang baik dan mendapat perhatian dari para siswa. Materi yang disampaikan menjadi ruang bagi peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap sikap, pergaulan, serta penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan dapat memahami bahwa menjaga kehormatan diri merupakan tanggung jawab yang harus dimulai dari kesadaran pribadi dan diwujudkan melalui pilihan-pilihan positif.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus memperkuat peran dalam memberikan pembinaan keagamaan dan pendidikan karakter kepada generasi muda. Bimbingan dan penyuluhan di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi sarana untuk membekali siswa dengan nilai-nilai agama, kemampuan menjaga diri, serta sikap bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan penguatan karakter dan pemahaman keagamaan yang baik, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, percaya diri, mampu menjaga kehormatan diri, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *