Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyelenggara Buddha terus menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan aktivitas keagamaan umat Buddha, khususnya rumah ibadah yang terdampak bencana. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan survei lapangan ke Vihara Adi Dharma Shanti, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi rumah ibadah yang berkaitan dengan penerima bantuan bencana banjir dari Kementerian Agama sekaligus melakukan pendataan dan verifikasi kondisi pascabencana.
Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto Saputra, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa peninjauan lapangan merupakan langkah penting untuk memperoleh gambaran yang objektif mengenai kondisi rumah ibadah setelah terdampak bencana. Menurutnya, kondisi di lapangan perlu diketahui secara langsung agar data yang dihimpun dapat menggambarkan kebutuhan secara lebih akurat. “Peninjauan langsung ini penting agar kami dapat melihat kondisi rumah ibadah secara nyata sekaligus memperoleh data yang lebih akurat mengenai kebutuhan setelah terdampak bencana,” ujar Irianto.
Ia menjelaskan bahwa survei tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan dampak banjir terhadap aktivitas keagamaan umat. Rumah ibadah memiliki fungsi penting sebagai tempat pelaksanaan ibadah, pembinaan, dan berbagai kegiatan keagamaan, sehingga kondisi yang terdampak bencana dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan aktivitas umat. “Kami ingin memastikan kondisi yang ada di lapangan dapat terdokumentasi dengan baik, sehingga kebutuhan rumah ibadah dan umat dapat menjadi perhatian dalam proses penanganan berikutnya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, proses pendataan dilakukan dengan memperhatikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi rumah ibadah dan kebutuhan pascabencana. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses verifikasi sehingga bantuan yang diberikan nantinya dapat mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan yang sebenarnya. Irianto menilai, pendataan yang dilakukan secara langsung juga dapat meminimalkan kesenjangan informasi antara kondisi yang dilaporkan dengan keadaan yang ditemukan di lapangan.
“Data dan informasi dari lapangan akan menjadi bagian dari bahan pendukung dalam proses bantuan, sehingga penanganannya dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi rumah ibadah serta umat yang terdampak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Irianto menegaskan bahwa Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan akan terus membangun koordinasi dalam mendukung pemulihan aktivitas keagamaan umat Buddha pascabencana. Menurutnya, perhatian terhadap rumah ibadah tidak hanya berkaitan dengan pemulihan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan umat dapat kembali melaksanakan kegiatan keagamaan dengan nyaman. “Kami akan terus berupaya memberikan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas keagamaan umat, termasuk membantu memastikan rumah ibadah yang terdampak bencana mendapatkan perhatian sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, pengelola rumah ibadah, dan umat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Komunikasi yang baik akan membantu mengidentifikasi kebutuhan secara lebih tepat sekaligus mendukung langkah penanganan yang sesuai dengan ketentuan. Karena itu, pihaknya mendorong agar koordinasi dan penyampaian informasi terkait kondisi rumah ibadah terus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.
Kunjungan dan survei ke Vihara Adi Dharma Shanti diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi rumah ibadah setelah terdampak banjir. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pendukung dalam proses penanganan dan pemberian bantuan bencana Kementerian Agama, sekaligus membantu mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapatkan perhatian. Melalui pendataan dan verifikasi yang dilakukan secara langsung, dukungan terhadap rumah ibadah diharapkan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kemenag Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang responsif terhadap kondisi masyarakat. Dengan adanya perhatian dan dukungan terhadap rumah ibadah terdampak bencana, keberlangsungan pembinaan dan aktivitas keagamaan umat Buddha diharapkan dapat kembali berjalan secara bertahap. Kementerian Agama melalui Penyelenggara Buddha akan terus mendorong koordinasi dan pelayanan yang dapat mendukung proses pemulihan umat serta rumah ibadah setelah mengalami dampak bencana.

