Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Masdar Tambusai menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi kepada anak yatim dan piatu pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan serta kasih sayang. Selain itu, berbagi kepada sesama diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kepedulian di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam bentuk kepedulian yang nyata.
Masdar Tambusai mengatakan bahwa berbagi kepada anak yatim dan piatu merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan. “Berbagi kepada anak yatim dan piatu bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan kasih sayang kepada mereka,” ujarnya. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan piatu perlu terus ditumbuhkan agar mereka merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri dalam menjalani kehidupan. Senada dengan hal itu, ia mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kepedulian dan kebersamaan dengan anak-anak yatim dan piatu. Masdar menyampaikan bahwa kebahagiaan yang diberikan kepada orang lain akan menjadi keberkahan tersendiri bagi setiap orang yang melakukannya. “Saya berharap apa yang kita berikan, meskipun sederhana, dapat memberikan kebahagiaan dan semangat kepada anak-anak yatim dan piatu,” katanya. Selain itu, ia menilai bahwa perhatian secara berkelanjutan jauh lebih berarti karena dapat memberikan dukungan moral bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, kepedulian kepada anak yatim dan piatu merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang mengajarkan umat untuk saling membantu dan memperhatikan sesama. Masdar menilai bahwa semangat berbagi tidak harus menunggu memiliki kelebihan yang besar, tetapi dapat dimulai dari apa yang mampu diberikan. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi, karena sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas insyaallah akan menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah SWT,” jelasnya. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan berbagi dapat terus dilakukan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam membantu sesama.
Kegiatan berbagi tersebut juga diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa keberadaan anak yatim dan piatu merupakan tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Masdar mengatakan bahwa perhatian kepada mereka tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kepedulian, doa, dan dukungan untuk masa depan mereka. “Mari kita bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan piatu, karena mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan kebahagiaan, kasih sayang, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya. Senada dengan hal itu, semangat berbagi diharapkan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan piatu tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi penerima. Kepedulian yang diberikan juga menjadi bentuk nyata dalam membangun semangat saling membantu di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan tanpa memandang besar kecilnya bantuan yang diberikan. Semoga semangat berbagi dan kepedulian kepada anak yatim dan piatu senantiasa membawa keberkahan bagi semua pihak.

