Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Perkuat Sinergi Lintas Kecamatan Persiapkan Jambore Majelis Ta’lim

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan menggelar rapat koordinasi lintas wilayah kecamatan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Jambore Majelis Ta’lim, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kafe Rencong Kopi, Jalan S.M. Raja, Medan, tersebut melibatkan Majelis Ta’lim dari Kecamatan Medan Kota, Medan Maimun, dan Medan Polonia. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi, serta membangun sinergi antara Penyuluh Agama Islam dengan pengurus dan jamaah Majelis Ta’lim.

Koordinasi lintas wilayah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Selain membahas kebutuhan teknis, pertemuan juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengurus Majelis Ta’lim dan Penyuluh Agama Islam dari beberapa wilayah kecamatan. Dengan komunikasi yang terbangun sejak tahap persiapan, berbagai kebutuhan maupun kendala yang mungkin muncul dapat diantisipasi secara bersama-sama.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Imam Pratomo, menyampaikan bahwa koordinasi merupakan salah satu kunci dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Menurutnya, Jambore Majelis Ta’lim tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga kebersamaan dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. “Rapat koordinasi ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, membangun komunikasi, dan memastikan seluruh pihak dapat mengambil peran dalam menyukseskan Jambore Majelis Ta’lim. Kita ingin seluruh persiapan dilakukan secara bersama-sama sehingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan tertib dan lancar,” ujar Imam.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah hal yang berkaitan dengan persiapan Jambore Majelis Ta’lim, mulai dari konsep kegiatan, rangkaian acara, keikutsertaan Majelis Ta’lim, hingga pembagian tugas. Berbagai kebutuhan teknis juga menjadi perhatian agar setiap tahapan kegiatan dapat dipersiapkan secara terarah dan sesuai dengan rencana. “Setiap bagian perlu dipersiapkan dengan baik, termasuk konsep acara, keikutsertaan Majelis Ta’lim, pembagian tugas, dan kebutuhan teknis. Dengan persiapan yang matang, berbagai hal yang masih perlu diselesaikan dapat segera ditindaklanjuti bersama,” jelasnya.

Imam menegaskan, Jambore Majelis Ta’lim hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, Majelis Ta’lim memiliki posisi strategis dalam mendukung pembinaan keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Jambore ini jangan hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat peran Majelis Ta’lim sebagai wadah pembinaan keagamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Majelis Ta’lim selama ini tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan Majelis Ta’lim perlu terus diperkuat agar berbagai program pembinaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Majelis Ta’lim memiliki peran yang besar dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Melalui kebersamaan dan komunikasi yang baik, peran tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak positif bagi jamaah maupun masyarakat di sekitarnya,” ungkap Imam.

Para Penyuluh Agama Islam yang terlibat dalam rapat juga menekankan pentingnya komunikasi dan kebersamaan antarkecamatan. Kolaborasi lintas wilayah dinilai dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang lebih terorganisasi sekaligus memberikan ruang bagi Majelis Ta’lim untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperkuat jaringan silaturahmi. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Jambore, tetapi dapat terus terpelihara dalam kegiatan pembinaan keagamaan berikutnya.

Rapat koordinasi dihadiri Hasanuddin Parinduri, M.A., Abdul Majid, S.H.I., Muhammad Arsyad, S.H.I., Suriadi, S.Ag., M.Pd., Nurasiah Harahap, M.A., Nurasiah, S.Ag., Sulaiman, S.Th.I., M.A., Fauziah Masruroh, dan Leli Marni Chaniago, S.H.I. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mematangkan persiapan Jambore Majelis Ta’lim. Masing-masing pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal.

Pertemuan lintas wilayah Kecamatan Medan Kota, Medan Maimun, dan Medan Polonia berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Melalui koordinasi yang dilakukan sejak awal, berbagai persiapan diharapkan semakin matang dan kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi secara terencana. Jambore Majelis Ta’lim nantinya diharapkan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meningkatkan peran Majelis Ta’lim dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *