Medan (Humas) — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan H. M. Affan Sihite, SHI memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada ibu-ibu Majelis Taklim Al Hikmah, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Hikmah, Jalan GB. Josua, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Bimluh tersebut mengangkat pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak memahami bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat akhlak dan pengamalan ajaran Islam.
Dalam penyampaiannya, Affan Sihite mengajak jamaah untuk mengenal lebih dekat kehidupan Rasulullah SAW serta meneladani akhlak mulia yang beliau contohkan. “Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang memberikan contoh nyata tentang kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, nilai-nilai tersebut perlu terus diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Affan menjelaskan bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk kehidupan umat yang harmonis dan berakhlak. Ia mengingatkan jamaah agar menjadikan perilaku Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. “Keteladanan Rasulullah SAW harus kita wujudkan melalui sikap dan perbuatan, mulai dari menjaga ucapan, bersikap jujur, sabar menghadapi persoalan, hingga senantiasa berbuat baik kepada orang lain,” jelasnya. Senada dengan hal itu, ia mengajak jamaah untuk terus melakukan evaluasi diri agar nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Affan menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi penerus. Menurutnya, ibu memiliki peran strategis dalam membangun suasana keluarga yang religius melalui pembiasaan akhlak dan perilaku yang baik. “Keteladanan Rasulullah SAW harus dimulai dari keluarga, karena keluarga merupakan tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang akhlak, kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab,” tuturnya. Sementara itu, pembinaan melalui majelis taklim diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai tersebut.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan cara mengikuti ajaran dan sunnahnya. Affan mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari. “Mari kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau dan menerapkannya dalam kehidupan kita,” katanya. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi diharapkan mampu mendorong jamaah untuk terus memperbaiki diri dan memberikan keteladanan yang baik di tengah keluarga dan masyarakat.
Kegiatan Bimluh dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman jamaah tentang pentingnya keteladanan Rasulullah SAW. Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab diharapkan semakin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembinaan keagamaan melalui majelis taklim dapat terus menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus pengamalan ajaran Islam. Melalui keteladanan Rasulullah SAW, jamaah diharapkan mampu membangun kehidupan keluarga dan masyarakat yang semakin harmonis, religius, dan berakhlak mulia.

