Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Amri Sembiring menguatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui pengajian bulanan Majelis Taklim ibu-ibu Namorambe, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan 23 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut berlangsung pukul 14.00 WIB hingga selesai di Komplek Kowilhan, kediaman Kepala KUA Medan Area Julhaidir Sembiring. Dalam kegiatan tersebut, Amri Sembiring menyampaikan ceramah dengan tema “Persiapan Menuju Ambulans Gratis”. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong jamaah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kepedulian dan semangat berbagi.
Dalam penyampaiannya, Amri Sembiring menjelaskan bahwa rencana ambulans gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak jamaah untuk melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan berbuat kebaikan secara bersama-sama sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Ambulans gratis ini merupakan ikhtiar kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama ketika ada kondisi yang memerlukan transportasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa terwujudnya program tersebut membutuhkan dukungan, kebersamaan, dan keikhlasan dari berbagai pihak.
Amri menuturkan bahwa semangat berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta dalam jumlah besar. Menurutnya, setiap orang dapat mengambil bagian dalam kebaikan melalui tenaga, pikiran, doa, maupun bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Kita tidak harus menunggu kaya untuk berbagi, karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, sekecil apa pun, insyaallah akan memberikan manfaat dan menjadi amal bagi kita,” jelasnya. Senada dengan hal itu, ia mengajak jamaah untuk membangun kebiasaan saling membantu agar kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Area Julhaidir Sembiring turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pengajian bulanan yang diikuti Majelis Taklim ibu-ibu Namorambe. Ia menyampaikan bahwa majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai wadah peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Kita berharap pengajian ini tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga melahirkan semangat untuk melakukan kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tuturnya. Selain itu, ia berharap pembahasan mengenai ambulans gratis dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian jamaah.
Pembahasan mengenai persiapan ambulans gratis juga menjadi momentum bagi jamaah untuk memahami pentingnya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Amri Sembiring mengingatkan bahwa kegiatan sosial perlu dilaksanakan dengan niat yang baik, perencanaan yang matang, serta semangat gotong royong. “Mari kita bersama-sama mempersiapkan ambulans gratis ini dengan sungguh-sungguh, mudah-mudahan nantinya dapat digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya. Sementara itu, semangat berbagi yang dibangun melalui kegiatan pengajian diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan kepedulian yang berkelanjutan.
Kegiatan pengajian bulanan Majelis Taklim ibu-ibu Namorambe diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kepedulian sosial. Pembahasan mengenai ambulans gratis memberikan ruang bagi jamaah untuk memahami bahwa nilai-nilai agama dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama. Selain itu, semangat gotong royong diharapkan semakin tumbuh sehingga berbagai kegiatan sosial dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Melalui pembinaan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, semangat berbagi diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

