Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Amri Sembiring, S.H.I. memberikan bimbingan keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Majelis Taklim Nurul Mukmin, Jalan Bunga Cempaka 10, Padang Bulan, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut bertepatan dengan 24 Rabiul Awal 1448 Hijriah dengan mengangkat tema “Membentuk Diri Menjadi Insan yang Kamil”. Melalui kegiatan tersebut, Amri mengajak jamaah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak mulia. Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Amri menjelaskan bahwa pembentukan insan kamil membutuhkan kesungguhan dalam meningkatkan keimanan, ibadah, dan akhlak. Menurutnya, nilai-nilai keislaman harus tercermin dalam sikap dan perilaku seseorang, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. “Membentuk insan kamil merupakan proses untuk terus memperbaiki diri dengan memperkuat iman, meningkatkan ibadah, dan membangun akhlak yang baik sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujarnya. Selain itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Amri menyampaikan bahwa pemahaman terhadap ajaran Islam perlu diikuti dengan pengamalan dalam kehidupan nyata. Ia mengingatkan jamaah agar ilmu agama yang diperoleh melalui majelis taklim tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi mampu membentuk kebiasaan dan karakter yang lebih baik. “Nilai keislaman akan memiliki makna ketika mampu kita terapkan dalam kehidupan, seperti menjaga kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama,” jelasnya. Senada dengan hal itu, ia menekankan pentingnya melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan agar setiap pribadi dapat terus berkembang menjadi lebih baik.
Selain memperkuat akhlak, Amri juga mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah sebagai bagian dari proses pembentukan insan kamil. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran dapat membentuk hati yang lebih dekat kepada Allah SWT dan mendorong seseorang untuk menjauhi perilaku yang tidak baik. “Ibadah tidak cukup hanya dilakukan sebagai rutinitas, tetapi harus mampu memberikan pengaruh terhadap hati dan perilaku kita sehingga menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya. Sementara itu, ia mengingatkan bahwa pembentukan pribadi yang baik perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penyuluhan keagamaan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat peran Majelis Taklim Nurul Mukmin dalam membangun pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam. Amri menilai bahwa majelis taklim dapat menjadi ruang bagi jamaah untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. “Mari kita jadikan majelis taklim sebagai tempat untuk memperkuat keislaman, memperbaiki akhlak, dan membentuk diri agar semakin dekat kepada Allah SWT,” katanya. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan jamaah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Majelis Taklim Nurul Mukmin diharapkan dapat memperkuat pemahaman jamaah terhadap nilai-nilai keislaman. Penguatan iman, ibadah, dan akhlak menjadi bagian penting dalam proses membentuk pribadi yang memiliki karakter baik dan memberikan manfaat bagi sesama. Selain itu, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan semakin diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, nilai-nilai Islam diharapkan semakin tertanam sehingga jamaah mampu membentuk diri menjadi insan kamil.

