Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah Komala Dewi, Heriansyah Harahap, dan Nurlely, memberikan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan LRPPN BI Medan pada hari Rabu, 09 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “4 Amalan yang Dicintai Allah” sebagai bagian dari pembinaan rohani dan upaya memberikan motivasi kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh menjelaskan bahwa seorang Muslim hendaknya senantiasa berusaha mengamalkan perbuatan yang dicintai Allah SWT. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat amalan yang sangat utama, di antaranya salat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah. “Kecintaan Allah dapat diraih dengan memperbanyak amal saleh dan menjalankan kewajiban dengan penuh keikhlasan,” ujar Heriansyah Harahap.
Heriansyah menjelaskan bahwa salat pada waktunya merupakan salah satu amalan utama yang harus dijaga. Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membentuk kedisiplinan dalam kehidupan. “Mari kita jadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Ketika salat dijaga dengan baik, insyaallah hati menjadi lebih tenang dan kehidupan lebih terarah,” tuturnya.
Sementara itu, Komala Dewi menyampaikan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, menghormati, menyayangi, membantu, dan mendoakan orang tua merupakan bentuk amal yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. “Selama orang tua masih ada, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbakti. Jika orang tua telah tiada, kita masih dapat berbakti dengan mendoakan dan melakukan amal kebaikan atas nama mereka,” ungkapnya.
Selanjutnya, Nurlely mengajak warga binaan untuk memperbanyak amal saleh dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perubahan menuju kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, menjaga lisan, membantu sesama, serta meninggalkan perbuatan yang tidak baik. “Jangan menunggu menjadi sempurna untuk berbuat baik. Mulailah dari sekarang, karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai di sisi Allah SWT,” katanya.
Para penyuluh juga memberikan motivasi kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik selama mau belajar, bertaubat, dan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk. “Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Jadikan hari ini sebagai awal untuk memperbanyak amal yang dicintai Allah dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tambah Heriansyah.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana penuh perhatian dan interaktif. Warga binaan mengikuti materi dengan antusias serta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai penerapan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Petisah berharap pembinaan keagamaan ini dapat memberikan penguatan spiritual, menumbuhkan semangat beribadah, serta mendorong warga binaan LRPPN BI Medan untuk terus memperbaiki diri. Para penyuluh mengajak seluruh peserta untuk menjadikan salat, berbakti kepada orang tua, memperbanyak amal kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.

