Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Hadirkan Penguatan Rohani bagi Pasien di Rumah Sakit Estomihi

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen kembali menghadirkan pelayanan yang menyentuh hati masyarakat dengan memberikan bimbingan dan pendampingan rohani bagi pasien serta keluarga di Rumah Sakit Estomihi, Selasa (8/9/2026).

Pelayanan ini merupakan wujud komitmen Kemenag Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah suasana rumah sakit yang dipenuhi berbagai pergumulan, kehadiran penyuluh menjadi sumber penghiburan, penguatan, dan pengharapan bagi pasien yang sedang menjalani proses pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, Mateus Brian Purba, S.Th., Tiur Butar-butar, Debora Br. Pandia, S.Th., dan Demak Hasibuan memberikan pendampingan secara langsung melalui doa bersama, renungan firman Tuhan, percakapan pastoral, serta dukungan spiritual yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien dan keluarganya.

Para penyuluh tidak hanya menyampaikan firman Tuhan, tetapi juga menyediakan ruang untuk mendengarkan keluh kesah pasien, memberikan perhatian dengan penuh empati, serta membangkitkan semangat agar mereka tetap memiliki harapan dalam menjalani pengobatan.

Mateus Brian Purba mengatakan bahwa pelayanan rohani di rumah sakit memiliki peran penting karena sakit tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual seseorang.

«“Ketika seseorang sedang sakit, bukan hanya tubuh yang membutuhkan perhatian, tetapi juga hati dan pikirannya. Kami hadir untuk mendengarkan, menguatkan, mendoakan, dan mengingatkan bahwa Tuhan tetap menyertai setiap proses yang sedang dijalani,” ujarnya.»

Ia menegaskan bahwa pelayanan rohani bukan untuk menggantikan pelayanan medis, melainkan menjadi pendamping yang melengkapi proses pemulihan pasien melalui ketenangan hati, pengharapan, dan semangat untuk terus berjuang.

Sementara itu, Tiur Butar-butar, Debora Br. Pandia, dan Demak Hasibuan turut memberikan pendampingan dengan pendekatan yang hangat dan kekeluargaan, sehingga pasien merasa dihargai, didengar, dan tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Pasien dan keluarga menyambut baik kehadiran para penyuluh serta mengikuti setiap doa dan renungan dengan penuh perhatian. Harapan akan kekuatan, ketenangan, kesembuhan, dan penyertaan Tuhan menjadi pesan utama yang disampaikan dalam setiap kunjungan.

Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan nyata masyarakat. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen di Rumah Sakit Estomihi diharapkan menjadi jembatan penghiburan bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit, sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya hadir di ruang ibadah, tetapi juga menjangkau ruang-ruang perawatan ketika masyarakat membutuhkan kekuatan dan pengharapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *