Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si., mengukuhkan dan melantik Badan Kemakmuran Musala (BKM) Dermawan Periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Musala Dermawan, Jalan Gatot Subroto, Sei Sikambing C-II, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (13/8/2026), dan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan pengukuhan berlangsung semarak dengan kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, Lurah Sei Sikambing C-II, ASN KUA Medan Helvetia, pengurus dan jamaah Musala Dermawan serta undangan lainnya. Suasana semakin meriah dengan berbagai rangkaian perlombaan keagamaan yang melibatkan masyarakat dan jamaah, di antaranya lomba azan, baca Al-Qur’an, serta lomba tulisan indah. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya jamaah yang memenuhi ruangan Musala Dermawan selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya setelah prosesi pembacaan dan pengukuhan pengurus BKM Musala Dermawan, H. Judri Hutagalung menyampaikan bahwa menjadi bagian dari kepengurusan masjid atau musala merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan besar bagi seorang muslim untuk berbuat kebaikan. Menurutnya, kepengurusan rumah ibadah tidak semata-mata berkaitan dengan tugas organisasi, tetapi juga memiliki dimensi ibadah dan menjadi bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
“Menjadi pengurus musala berarti Bapak dan Ibu mendapat legalitas dan kesaksian langsung dari Allah SWT sebagai wujud keimanan. Inilah keberuntungan yang tinggi dan dapat menjadi modal utama untuk keselamatan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesediaan seseorang untuk terlibat dalam kepengurusan rumah ibadah di tengah berbagai kesibukan merupakan bentuk keberuntungan dan kemenangan dalam kehidupan. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan sekaligus kemauan untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi memakmurkan rumah ibadah.
“Di tengah kesibukan dunia yang penuh gemerlap dan sering kali melalaikan, masih ada Bapak dan Ibu yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi untuk mengurus rumah ibadah ini. Itu merupakan sebuah kemenangan dan keberuntungan yang besar. Tidak semua orang bisa melakukannya, sehingga Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih yang hatinya digerakkan Allah untuk mengambil bagian dalam kepengurusan ini,” jelasnya.
H. Judri berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus membangun kebersamaan dengan jamaah dan masyarakat sekitar. Ia juga mendorong agar Musala Dermawan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat, tetapi berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan umat, dan penguatan silaturahmi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKM Musala Dermawan terpilih, Mhd. Ismail Heri, SE., dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama menjalankan amanah dan bahu-membahu memakmurkan musala. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan jamaah yang telah berkontribusi sehingga rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pengukuhan pengurus BKM dapat berlangsung dengan baik dan meriah.
“Ini adalah Maulid Nabi dan sekaligus malam pengukuhan pengurus BKM kita. Ke depan, mari kita secara bersama-sama memakmurkan musala ini dan terus mengembangkan berbagai kegiatan ibadah dan keagamaan sebagaimana yang telah kita laksanakan saat ini,” imbaunya.
Mhd. Ismail Heri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, kemeriahan acara merupakan hasil dari kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan Musala Dermawan sebagai rumah ibadah dan pusat kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.
Adapun susunan pengurus BKM Musala Dermawan Periode 2026–2031 yang dikukuhkan, yakni Mhd. Ismail Heri, SE., sebagai Ketua, Agus Hermawan, S.Kom., sebagai Sekretaris, dan Mhd. Prisya Andhika, S.Pd., sebagai Bendahara, serta sejumlah pengurus pada bidang dan seksi lainnya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, diharapkan BKM Musala Dermawan semakin solid dalam menjalankan program-program keagamaan, meningkatkan pelayanan kepada jamaah, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

