Medan (Humas) — Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Syafrizal Bancin, MM., selaku penasihat BKM Musala Dermawan, mengapresiasi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Badan Kemakmuran Musala (BKM) Dermawan Periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut berlangsung di Musala Dermawan, Jalan Gatot Subroto, Sei Sikambing C-II, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (13/9/2026), yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintahan setempat, pengurus serta jamaah yang memadati Musala Dermawan, Syafrizal Bancin berharap kepengurusan BKM yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta menyusun berbagai program yang mampu meningkatkan kemakmuran musala. Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat.
“Sebagai penasihat, saya berharap pengurus BKM yang baru dilantik dapat mengembangkan program pemakmuran musala melalui kegiatan ibadah, sosial keagamaan, dan kemasyarakatan. Semua kegiatan tersebut diharapkan terus disemarakkan dan berjalan dengan benar sesuai dengan tuntunan agama,” imbaunya.
Ia juga mendorong pengurus BKM agar tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin keagamaan, tetapi mampu menyusun program yang sesuai dengan fungsi rumah ibadah sekaligus menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Hal tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan pembinaan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial.
“Pengurus baru hendaknya menyusun program sesuai dengan fungsi rumah ibadah. Yang lebih penting, program tersebut dapat menjawab dan membantu berbagai problema kemasyarakatan, terutama yang dihadapi generasi Z dan generasi Alpha,” ujarnya.
Syafrizal menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan gawai telah membawa perubahan terhadap aktivitas sosial anak-anak dan generasi muda. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan menghadirkan ruang-ruang interaksi positif yang dapat menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, serta kecintaan terhadap kegiatan keagamaan dan lingkungan sosial.
“Era gadget saat ini telah mengubah aktivitas sosial anak-anak kita. Mereka cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami kesulitan berinteraksi secara langsung. Akan tetapi, malam ini kita bisa melihat bagaimana riangnya kebersamaan mereka setelah mengikuti berbagai perlombaan dalam peringatan Maulid Nabi ini,” tuturnya.
Ia menilai berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda seperti perlombaan azan, baca Al-Qur’an, serta tulisan indah dapat menjadi salah satu bentuk pembinaan yang positif. Selain memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi, kegiatan tersebut juga mempertemukan mereka dalam suasana kebersamaan yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan.
“Merekalah generasi harapan pemerintah sebagai generasi emas tahun 2045. Generasi emas itu kita coba mulai dari berbagai kegiatan sosial dan keagamaan seperti yang kita semarakkan sekarang ini,” tambahnya.
Syafrizal Bancin turut memberikan apresiasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan dapat terus dipelihara dan dikembangkan melalui berbagai program BKM, sehingga Musala Dermawan semakin hidup dan memberikan manfaat yang luas bagi jamaah serta masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan selamat kepada jajaran Pengurus BKM Musala Dermawan Periode 2026–2031 yang telah dikukuhkan oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan amanah tersebut sebagai kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah dan bersama-sama membangun kemakmuran musala.
Adapun susunan Pengurus BKM Musala Dermawan Periode 2026–2031 terdiri atas Mhd. Ismail Heri, SE., sebagai Ketua, Agus Hermawan, S.Kom., sebagai Sekretaris, dan Mhd. Prisya Andhika, S.Pd., sebagai Bendahara, serta sejumlah pengurus pada bidang dan seksi lainnya. Pengukuhan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan dan mengembangkan berbagai kegiatan ibadah, sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Musala Dermawan.

